Pesanan Ketupat dan Bumbu Gulai Melonjak saat Idul Adha
- 27 Mei 2026 21:29 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang — Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah membawa berkah bagi pedagang ketupat dan bumbu dapur di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Jombang. Permintaan ketupat siap anyam, janur kelapa, hingga bumbu gulai dan sate mengalami lonjakan signifikan.
Salah satu pedagang kulit ketupat di Pasar Legi Jombang, Iin Winarko, mengatakan permintaan ketupat tahun ini meningkat cukup tajam dibanding hari biasa. Jika biasanya ia hanya menjual sekitar 25 hingga 30 ikat kulit ketupat per hari, di momen Idul Adha ini penjualannya naik hingga 200 ikat per hari.
| Baca juga: Opor dengan Ketupat, Identik Nuansa Lebaran |
“Mulai ramai sejak H-3 Idul Adha kemarin. Banyak warga yang beli untuk pelengkap masak daging kurban. Kalau hari biasa paling puluhan ikat saja, sekarang bisa lebih dari 100 ikat dalam sehari,” ujarnya, Rabu, 27 Mei 2026.
Ia menjelaskan, harga satu ikat kulit ketupat berisi 10 buah saat ini dijual Rp12.000 hingga Rp15.000, dari yang sebelumnya Rp10.000 per ikat. Tidak hanya ketupat, permintaan bumbu dapur untuk olahan gulai dan sate juga mengalami peningkatan.
Iin juga menyebut, penjualan bumbu dapur seperti bawang merah, cabai rawit, dan santan meningkat hampir dua kali lipat dibanding hari normal.
“Kalau biasanya bawang merah paling habis 20 kilogram sehari, sekarang bisa sampai 50 kilogram. Cabai juga cepat habis,” katanya.
Lonjakan permintaan ini juga berdampak pada peningkatan omzet pedagang. Pedagang ketupat dan bumbu dapur mengaku omzet mereka naik sekitar 50 hingga 70 persen dibanding hari biasa. Bahkan beberapa pedagang musiman mengaku mampu meraup pendapatan hingga jutaan rupiah dalam sehari selama momentum Idul Adha berlangsung.
“Kalau Idul Adha seperti ini memang jadi momen paling ramai setelah Lebaran. Pembeli datang dari pagi sampai malam untuk cari bumbu dan ketupat,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....