Idul Adha, Pemkab Jombang Dorong Solidaritas Sosial

  • 27 Mei 2026 17:06 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang - Pemerintah Kabupaten Jombang memanfaatkan momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah untuk mengajak masyarakat memperkuat solidaritas sosial dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Ajakan tersebut disampaikan usai pelaksanaan Salat Idul Adha di Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang, Rabu, 27 Mei 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Jombang Warsubi, Wakil Bupati Salmanudin, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, kepala organisasi perangkat daerah, tokoh agama, serta masyarakat umum.

Dalam sambutannya, Warsubi menegaskan bahwa semangat berkurban tidak hanya diwujudkan melalui pemberian materi, namun juga melalui kemampuan mengendalikan ego dan memperbaiki sikap terhadap orang lain.

“Hal yang paling sulit untuk dikalahkan terkadang bukan soal kehilangan harta, melainkan bagaimana seseorang mampu menahan ego, tidak merasa paling benar, serta menumbuhkan kepedulian kepada lingkungan sekitar,” ujar Warsubi.

Ia mengatakan, Idul Adha menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan sosial dan membangun kebiasaan saling membantu di tengah masyarakat.

“Perayaan Idul Adha mengajarkan nilai keikhlasan, kepedulian, dan semangat berbagi. Kehidupan sosial akan terasa lebih baik ketika masyarakat memiliki rasa empati dan kemauan untuk membantu sesama,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Jombang juga mengajak masyarakat turut mendoakan para jemaah haji Indonesia yang sedang menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Semoga seluruh jemaah diberikan kesehatan, keselamatan, serta kemudahan dalam menunaikan rangkaian ibadah haji, hingga kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur dan mabruroh,” tuturnya.

Sementara itu, khatib Salat Idul Adha, Guru Besar Ilmu Tasawuf UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Ahmad Barizi, menyoroti tantangan generasi muda di era digital yang dinilai semakin rentan kehilangan arah hidup akibat pengaruh popularitas dan gaya hidup materialistis.

“Perkembangan teknologi membuat banyak orang mudah membentuk citra diri, namun di sisi lain juga berpotensi menjauhkan manusia dari jati dirinya sendiri,” ujar Ahmad Barizi dalam khutbahnya.

Menurut dia, keteladanan Nabi Ibrahim AS beserta keluarganya tetap relevan untuk menghadapi tantangan kehidupan modern, terutama dalam membangun karakter, keikhlasan, dan tanggung jawab sosial.

Usai pelaksanaan Salat Idul Adha, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan hewan kurban dari Bupati dan Wakil Bupati Jombang kepada takmir Masjid Agung Baitul Mukminin untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....