Penjualan Hewan Kurban Online Mulai Diminati Warga Jombang

  • 25 Mei 2026 12:07 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang – Penjualan hewan kurban melalui sistem online di Kabupaten Jombang mengalami peningkatan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Pedagang mengaku pola pembelian masyarakat mulai bergeser dari transaksi langsung di lapak menuju pemesanan melalui media sosial dan aplikasi pesan instan.

Peningkatan transaksi tersebut terlihat di sejumlah sentra penjualan hewan kurban di wilayah Mojoagung, Peterongan, hingga Diwek. Pedagang memanfaatkan platform digital seperti Facebook Marketplace, Instagram, TikTok, dan WhatsApp Business untuk menawarkan hewan ternak lengkap dengan video, bobot, usia, hingga surat kesehatan hewan.

Salah satu pedagang hewan kurban di Kecamatan Peterongan, Ahmad Fauzi, mengatakan transaksi daring tahun ini meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu. Menurutnya, masyarakat kini lebih memilih sistem pembelian yang praktis tanpa harus datang langsung ke lokasi penjualan.

“Kalau sudah cocok, biasanya mereka langsung transfer uang muka, lalu pengiriman dilakukan mendekati hari penyembelihan,” kata Fauzi saat ditemui di lapaknya, Senin, 25 Mei 2026.

Ia menyebutkan, pada hari biasa transaksi online hanya berkisar dua hingga tiga pembelian per hari. Namun menjelang Idul Adha tahun ini, jumlah pesanan meningkat menjadi 10 hingga 15 transaksi setiap harinya.

Menurut Fauzi, kenaikan transaksi online mencapai sekitar 35 persen dibanding tahun sebelumnya. Kondisi tersebut dipicu meningkatnya kebiasaan masyarakat menggunakan layanan digital, termasuk untuk pembelian hewan kurban dengan nilai transaksi jutaan hingga puluhan juta rupiah. “Kalau di online ini orang paling banyak cari kambing dari pada sapi. Kalau yang beli sapi kebanyakan langsung datang ke sini untuk cek langsung,” katanya.

Di sisi lain, harga hewan kurban tahun ini juga mengalami kenaikan. Untuk sapi jenis limosin, harga berada pada kisaran Rp20.000.000 hingga Rp50.000.000 per ekor, tergantung bobot dan kondisi fisik hewan. Sementara harga kambing berkisar Rp3.000.000 hingga Rp5.500.000 per ekor.

“Harga ternak naik karena biaya pakan dan distribusi juga meningkat. Biaya angkut sekarang lebih mahal dibanding tahun lalu, jadi otomatis berpengaruh pada harga jual sapi maupun kambing,” ujarnya.

Meski harga naik, permintaan masyarakat dinilai masih stabil. Bahkan sejumlah pedagang mulai menerima pesanan dari luar daerah seperti Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo melalui sistem penjualan online.

Selain memperluas pasar, penjualan digital dinilai memudahkan pedagang menjangkau pembeli tanpa harus membuka lapak besar di pinggir jalan. Namun pedagang tetap mengimbau masyarakat memastikan kondisi kesehatan hewan dan meminta surat keterangan sehat sebelum melakukan transaksi pembelian kurban secara daring.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....