Pemkab Jombang Pastikan Fasilitas Dasar Sekolah Rakyat Segera Rampung

  • 24 Mei 2026 17:49 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang - Pemerintah Kabupaten Jombang memastikan fasilitas dasar Sekolah Rakyat di Desa Tunggorono diprioritaskan selesai dalam waktu dekat agar kegiatan belajar mengajar dapat dimulai saat tahun ajaran baru 2026/2027. Sejumlah fasilitas utama seperti ruang kelas, asrama, dan sarana penunjang siswa kini menjadi fokus percepatan pembangunan.

Meski pembangunan gedung sekolah masih berlangsung, pemerintah daerah tetap melanjutkan proses penjaringan peserta didik baru. Langkah itu dilakukan karena pihak pelaksana proyek menyatakan pembangunan fasilitas utama dapat diselesaikan sesuai target akhir Juni 2026, menyusul progres pembangunan gedung permanen sekolah rakyat Jombang saat ini yang mencapai 60,58 persen.

Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo mengatakan, pemerintah daerah terus memantau progres pembangunan agar fasilitas pokok yang dibutuhkan siswa benar-benar siap digunakan.

“Yang kami utamakan sekarang adalah ruang belajar, asrama, dan fasilitas pendukung siswa. Itu harus selesai lebih dulu supaya kegiatan sekolah bisa berjalan,” ujar Minggu, 24 Mei 2026.

Menurutnya, pihak kontraktor juga telah menyampaikan komitmen untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal kontrak yang ditetapkan pemerintah pusat. “Pelaksana proyek memastikan pembangunan tetap dikejar agar selesai pada akhir Juni. Karena memang target penyelesaiannya berlaku secara nasional,” katanya.

Agus menjelaskan, kepastian penyelesaian fasilitas dasar menjadi alasan pemerintah daerah tetap membuka rekrutmen siswa baru meskipun pembangunan belum rampung sepenuhnya. “Kalau fasilitas utama sudah siap, proses belajar mengajar tetap bisa dimulai sambil penyempurnaan bagian lainnya dilakukan bertahap,” jelasnya.

Saat ini Pemkab Jombang masih melakukan penjaringan calon siswa Sekolah Rakyat untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Total kuota yang disediakan mencapai 270 siswa dengan sasaran utama anak-anak dari keluarga kurang mampu, putus sekolah, dan terlantar.

Proses seleksi dilakukan melalui verifikasi administrasi serta pengecekan lapangan bersama pendamping sosial dan Badan Pusat Statistik (BPS). Pemerintah daerah memprioritaskan calon siswa dari kelompok desil satu sebelum diperluas ke kategori berikutnya. “Fokus utama program ini memang untuk anak-anak yang selama ini kesulitan mendapatkan akses pendidikan,” ujar Agus.

Sementara itu, Kepala Proyek PT Waskita Karya, Sekolah Rakyat Jombang, Taufik, menyebut pihaknya berupaya menyelesaikan pembangunan sesuai target pemerintah pusat. Fokus pengerjaan saat ini diarahkan pada fasilitas inti agar bisa segera difungsikan awal Juli mendatang.

“Kami berupaya agar pembangunan bisa selesai sesuai arahan Presiden dan Menteri. Target kami pada akhir Juni sudah dapat dioperasionalkan untuk fasilitas inti, sedangkan fasilitas tambahan seperti gedung serbaguna akan diselesaikan pada tahap berikutnya,” kata Taufik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....