Tahun Ajaran Baru, Unhasy Terapkan Kurikulum Kampus Berdampak

  • 21 Mei 2026 15:09 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang – Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) mulai menerapkan kurikulum Kampus Berdampak pada tahun akademik 2026/2027. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari penyesuaian sistem pembelajaran yang sebelumnya mengacu pada program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Unhasy Jombang, Sayidah Afyatul Masruroh, mengatakan perubahan kurikulum dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan dunia kerja dan penguatan kompetensi mahasiswa di lapangan. Menurutnya, pendekatan pembelajaran kini diarahkan berbasis Outcome-Based Education (OBE).

“Mahasiswa tidak hanya fokus pada penguasaan teori, tetapi juga diarahkan menghasilkan capaian pembelajaran yang aplikatif melalui berbagai proyek dan praktik secara langsung,” ujarnya, Kamis, 21 Mei 2026.

Ia menjelaskan, pada kurikulum sebelumnya mahasiswa mendapat porsi hingga 40 SKS untuk pembelajaran di luar kampus, terdiri dari magang dan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Namun pada sistem baru, skema tersebut disesuaikan kembali dengan bobot masing-masing program praktik sebesar 4 SKS.

Meski demikian, Sayidah menambahkan, penekanan terhadap pengalaman praktik tetap menjadi prioritas utama dalam proses pembelajaran. Kampus ingin memastikan lulusan memiliki kesiapan yang lebih relevan dengan kebutuhan industri, media, maupun masyarakat.

Selain perubahan kurikulum, saat ini Unhasy juga membuka Periode III Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun akademik 2026/2027 mulai 1 Mei hingga 30 Juni 2026. Hingga periode kedua, jumlah pendaftar tercatat mencapai sekitar 600 calon mahasiswa.

“Antusiasme masyarakat tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Hal itu juga dipengaruhi peran mahasiswa dan alumni dalam memperkenalkan kampus kepada masyarakat,” katanya.

Pada PMB tahun ini, Unhasy menyediakan sejumlah program beasiswa, mulai dari KIP-K, Beasiswa Gus Sholah Foundation (GSF), beasiswa prestasi, beasiswa raport, hingga beasiswa santri Indonesia dan bantuan beasiswa bagi keluarga kurang mampu.

Unhasy juga membuka program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi masyarakat yang sudah bekerja namun belum memiliki ijazah sarjana maupun magister. Program tersebut menawarkan sistem kuliah fleksibel dengan masa studi lebih singkat.

Sementara itu, alumni Prodi KPI Unhasy, Helfi Livia Putri, menilai sistem pembelajaran yang diterapkan kampus cukup relevan dengan perkembangan dunia kerja saat ini, khususnya di bidang media digital dan teknologi informasi.

“Selama kuliah, mahasiswa dibekali keterampilan yang lebih aplikatif sehingga dapat menjadi bekal ketika masuk ke dunia kerja profesional,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....