Seminar Purifikasi Air Dorong AMDK Mikro Desa Ngampel
- 18 Mei 2026 18:12 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang — Sebagai upaya mendorong inisiasi produksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) skala mikro berbasis desa, Kelompok 18 KDLK Universitas Hasyim Asy’ari menggelar Seminar bertajuk “Pemanfaatan Teknologi Purifikasi Air untuk Inisiasi Unit Produksi AMDK Skala Pilot” pada Senin, 18 Mei 2026, di Desa Ngampel.
Akademisi sekaligus Praktisi di bidang pengolahan air, Arief Rahmatullah, mengatakan, kegiatan tersebut menyoroti pentingnya pengolahan air yang aman sebelum dikonsumsi masyarakat.
Dalam paparannya, Arief menjelaskan proses standar pengolahan air minum mulai tahap awal hingga siap dikemas. Menurutnya, tidak seluruh sumber air dapat langsung dikonsumsi tanpa melalui proses penyaringan dan sterilisasi yang sesuai standar kesehatan.
“Tidak semua air layak minum. Air mentah harus melalui beberapa tahapan pengolahan, mulai koagulasi, sedimentasi, filtrasi makro hingga ultrafiltrasi, kemudian disterilkan menggunakan sinar ultraviolet dan ozon agar aman dikonsumsi,” kata Arief.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan kualitas air secara berkala apabila desa ingin mengembangkan unit produksi AMDK secara mandiri. Menurutnya, pengujian laboratorium menjadi bagian penting untuk menjaga keamanan produk yang dihasilkan.
“Uji kualitas air dan uji produk minimal dilakukan setiap tiga bulan sekali. Langkah itu diperlukan agar standar mutu dan keamanan tetap terjaga,” ujarnya.
Selain membahas aspek teknis pengolahan air, seminar tersebut juga menyinggung potensi pengembangan ekonomi desa melalui pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. Program inisiasi AMDK mikro dinilai dapat menjadi alternatif usaha berbasis potensi lokal masyarakat.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 18 KDLK Universitas Hasyim Asy’ari, Nailul Izzati, mengatakan pengembangan unit produksi AMDK skala mikro di Desa Ngampel diarahkan untuk meningkatkan nilai manfaat sumber daya air yang dimiliki desa.
“Air merupakan aset strategis desa yang perlu dikelola secara tepat. Melalui seminar ini, kami ingin memberikan pemahaman awal mengenai peluang pengembangan unit produksi air minum yang memenuhi standar kesehatan,” kata Nailul.
Menurutnya, edukasi terkait teknologi pengolahan air penting dilakukan agar masyarakat memahami bahwa produksi air minum tidak hanya berorientasi pada usaha ekonomi, tetapi juga menyangkut aspek higienitas dan keamanan konsumsi.
Kegiatan seminar diikuti perangkat desa, masyarakat, dan peserta KDLK Universitas Hasyim Asy’ari. Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai tahapan produksi AMDK, mulai pengolahan bahan baku air hingga proses pengemasan produk.
Melalui kegiatan tersebut, penyelenggara berharap masyarakat Desa Ngampel dapat memiliki gambaran awal mengenai pengembangan unit produksi AMDK skala kecil yang memenuhi standar kualitas, sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya lokal secara lebih produktif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....