Bukan Ancaman, Ini Alasan Kemarau Justru Menguntungkan Petani
- 18 Mei 2026 11:00 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Masyarakat diimbau untuk mulai bersiap menghadapi musim kemarau tahun 2026. Namun di balik kekhawatiran akan kekeringan, musim kemarau justru membawa dampak positif bagi sektor pertanian.
Pengamat pertanian, Soekam Parwadi, menyebut bahwa musim kemarau tidak selalu identik dengan kerugian. Bahkan, menurutnya, kondisi ini dapat membantu memperbaiki kualitas lahan pertanian.
“Kita harus siap-siap menghadapi kemarau tahun ini. Tapi sebenarnya untuk daerah pertanian, musim kemarau ini lebih bagus,” ujar Soekam Parwadi kepada RRI Kediri dalam Dialog Pagi, Senin, 18 Mei 2026, melalui sambungan telepon.
Ia menjelaskan, paparan sinar matahari yang maksimal selama musim kemarau dapat membantu tanah “beristirahat” sekaligus memperbaiki struktur dan kesuburannya. Meski demikian, petani tetap harus melakukan persiapan matang, terutama terkait ketersediaan air.
Soekam menekankan pentingnya penggunaan teknologi hemat air, salah satunya melalui metode System of Rice Intensification (SRI) yang terbukti lebih efisien dalam budidaya padi. Selain itu, pengelolaan lahan juga menjadi faktor penting. Rumput liar harus diminimalkan, dan pola tanam harus direncanakan secara cermat agar hasil tetap optimal.
Untuk komoditas palawija, musim kemarau justru menjadi waktu yang ideal untuk penanaman. Tanaman kacang-kacangan, misalnya, tidak hanya tumbuh baik tetapi juga mampu memperbaiki kondisi tanah. Di antara jenis tersebut, kacang hijau menjadi yang paling cepat dipanen.
Sementara itu, sektor hortikultura juga memiliki peluang besar di musim kemarau. Namun, petani diingatkan untuk tetap waspada terhadap serangan hama yang cenderung meningkat. Pengamatan rutin di lapangan menjadi kunci untuk mengantisipasi hal tersebut.
Tak kalah penting, Soekam juga mengingatkan agar penggunaan air dilakukan secara bijak, terutama bagi petani yang mengandalkan sumur bor. Pengelolaan air dari bendungan pun harus diperhatikan agar dapat menjangkau lebih banyak lahan pertanian.
“Harus hati-hati dengan air bendungan, supaya banyak lahan yang bisa teraliri. Penggunaan air harus hemat,” katanya.
Dengan persiapan yang tepat dan strategi yang matang, musim kemarau bukan lagi ancaman, melainkan peluang bagi petani untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kualitas lahan pertanian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....