Menjelang Kurban, Bengkel Asah Pisau Mulai Dipadati Pelanggan

  • 17 Mei 2026 20:15 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, sejumlah bengkel jasa asah pisau di Kabupaten Jombang mulai dipadati pelanggan. Warga, panitia kurban, hingga jagal hewan berdatangan membawa pisau sembelih, golok, dan parang untuk diasah sebagai persiapan penyembelihan hewan kurban yang diperkirakan berlangsung dalam dua pekan ke depan.

Salah seorang penyedia jasa asah pisau di Kecamatan Diwek, Suyanto, mengatakan momentum menjelang Iduladha selalu menjadi periode paling ramai dalam setahun. Pada hari biasa, dirinya rata-rata hanya menerima sekitar 10 hingga 15 bilah pisau per hari.

Namun saat musim kurban seperti sekarang, jumlah pesanan meningkat hingga mencapai 40 sampai 60 bilah pisau per harinya. Menurutnya, mayoritas pelanggan berasal dari panitia masjid, pedagang daging, hingga warga yang rutin menjadi panitia penyembelih hewan kurban setiap tahunnya.

Bahkan beberapa pelanggan datang membawa lebih dari lima pisau sekaligus untuk diasah dalam satu kali kunjungan. “Peningkatan mulai terasa sejak awal bulan ini. Banyak pelanggan memilih mengasah lebih awal supaya tidak terlalu antre mendekati hari penyembelihan. Dalam sehari sekarang bisa puluhan pisau yang masuk,” ujarnya, Minggu, 17 Mei 2026.

Lonjakan permintaan tersebut turut memengaruhi jam operasional bengkel. Jika biasanya pekerjaan selesai pada sore hari, kini proses pengasahan kerap berlangsung hingga malam karena banyaknya pelanggan yang datang silih berganti.

Selain jumlah pesanan yang meningkat, tarif jasa asah juga mengalami sedikit penyesuaian. Untuk pisau dapur dan pisau sembelih ukuran kecil, tarif yang sebelumnya berkisar Rp10.000 kini naik menjadi Rp20.000 per bilah.

“Untuk golok dan pisau besar antara Rp50.000 hingga Rp100.000. Sebenarnya tergantung kondisi mata pisau dan tingkat ketajaman yang diinginkan pelanggan. Ada juga yang sampai Rp 150.000,” ujarnya.

Kenaikan tarif tersebut dipengaruhi meningkatnya biaya operasional, seperti penggantian batu gerinda, listrik, dan perawatan alat yang lebih intensif di momen menjelang Iduladha ini. Dari peningkatan order tersebut, omzet bengkel asah pisau juga ikut terdongkrak.

Jika pada hari biasa pendapatan hanya sekitar Rp300.000 hingga Rp400.000. per hari, saat mendekati Iduladha omzet bisa mencapai Rp800.000 hingga Rp1.000.000 per hari atau naik lebih dari 100 persen. Sementara itu, salah seorang pelanggan, Ahmad Rifai, mengaku sengaja mengasah pisau lebih awal agar tidak terjebak antrean panjang menjelang hari kurban.

“Kalau diasah sekarang antreannya masih bisa ditunggu. Biasanya kalau sudah dekat Idul Adha lebih ramai lagi,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....