KAI Minta Penumpang Atur Jadwal Terkait Kunjungan Presiden di Nganjuk
- 15 Mei 2026 16:57 WIB
- Kediri
Poin Utama
- PT KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun meminta calon penumpang kereta api untuk mengatur waktu keberangkatan dan datang lebih awal ke stasiun guna mengantisipasi adanya kepadatan arus lalu lintas
- Kunjungan kerja tersebut pada hari Sabtu, 16 Mei 2026 meliputi agenda di Makam, Museum, dan Monumen Marsinah
RRI.CO.ID, Kediri - PT KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun meminta calon penumpang kereta api untuk mengatur waktu keberangkatan dan datang lebih awal ke stasiun guna mengantisipasi adanya kepadatan arus lalu lintas.
Imbauan ini sehubungan dengan rencana agenda Kunjungan Kerja Presiden Republik Indonesia di wilayah Nganjuk dan Kertosono.
Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa kunjungan kerja tersebut pada hari Sabtu, 16 Mei 2026 meliputi agenda di Makam, Museum, dan Monumen Marsinah.
"Adanya kegiatan kenegaraan ini akan dilakukan rekayasa pengamanan arus lalu lintas di titik-titik strategis, khususnya yang berdekatan dengan akses menuju Stasiun Nganjuk dan Stasiun Kertosono," kata Tohari dalam keterangannya, Jumat, 15 Mei 2026.
Tohari mengimbau, para penumpang yang akan berangkat dari Stasiun Nganjuk maupun Stasiun Kertosono untuk memperhitungkan waktu perjalanan menuju stasiun dengan lebih awal.
"Hal ini penting guna menghindari potensi keterlambatan dampak pengalihan arus di sekitar lokasi kegiatan dan tertinggal kereta api," katanya.
Ia menambahkan, poin penting bagi calon penumpang kedatangan lebih awal yang mana calon penumpang diharapkan tiba di stasiun setidaknya 30 menit sebelum jadwal keberangkatan untuk menghindari risiko tertinggal kereta api akibat kepadatan lalu lintas.
"Lalu, jadwal KA tetap normal artinya tidak ada perubahan pada jadwal keberangkatan kereta api. Seluruh perjalanan KA tetap beroperasi sesuai dengan jam yang tertera pada tiket. Jalur Alternatif, penumpang disarankan mencari informasi terkini mengenai pengalihan arus dan memanfaatkan jalur alternatif menuju stasiun," kata Tohari.
Tohari melanjutkan, bahwa KAI Daop 7 Madiun tetap berkomitmen menjaga kelancaran operasional perjalanan kereta api serta mendukung agenda kenegaraan dengan tetap mengedepankan keselamatan dan kenyamanan pelanggan.
"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat kepadatan lalu lintas di akses menuju stasiun. Kami juga mengajak masyarakat untuk tetap berhati-hati di jalan, mematuhi aturan lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas pengamanan di lapangan," katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....