Gen Z Alami Bahaya Fenomena Kesepian dalam Keramaian
- 15 Mei 2026 06:41 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Gen Z Alami Bahaya Fenomena Kesepian dalam Keramaian
- Lonely in the Crowd
RRI.CO.ID, Kediri – Generasi Z saat ini mengalami bahaya fenomena ‘lonely in the crowd’ (red. kesepian di tengah keramaian) yang berarti generasi muda tetap merasa terasing dan hampa di antara ratusan atau bahkan ribuan teman di dunia maya. Hal ini disampaikan oleh Rosalia Dewi Nawantara, Dosen Prodi Bimbingan dan Konseling, Universitas Nusantara PGRI Kediri, Kamis, 14 Mei 2026.
“Loneliness (red. kesepian) terjadi pada seseorang yang hubungan sosialnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Ini sedang dialami generasi muda kita,” kata Rosa, sapaan akrabnya, Kamis siang.
Menurutnya, meskipun memiliki ratusan atau bahkan ribuan teman di media sosial, mereka tidak terkoneksi secara emosional sehingga menjadi kurang bermakna. Media sosial saat ini memberikan banyak akses kemudahan dalam membangun komunikasi dan interaksi dengan banyak orang, namun demikian belum sepenuhnya mampu memberikan kedalaman emosional yang juga dibutuhkan manusia.
Percakapan digital hanya menghasilkan ilusi dangkal tanpa adanya koneksi emosional yang autentik. “Gen Z cenderung membangun koneksi di medsos atau berbagai platform digital dan hal ini memicu mereka mengalami banyak hal, seperti social comparison (red. perbandingan strata sosial),” ujar Rosa.
Dikatakannya, pencapaian dan pencitraan orang lain sering menjadi tolok ukur Gen Z sehingga mereka lupa bahwa setiap manusia memiliki situasi dan kondisi berbeda. Menurut Rosa, jebakan fear of missing out (red. rasa takut tertinggal) atau FOMO memicu kecemasan dan isolasi sosial yang menjadikan Gen Z hidup tidak sesuai dengan realita yang ada. Kesehatan mental generasi muda sama pentingnya dengan kesehatan fisik dan yang benar-benar dibutuhkan saat ini adalah koneksi nyata bersama orang-orang terdekat.
Tidak dipungkiri, saat ini terjadi pergeseran lingkungan keluarga yang hanya sekedar menjadi tempat singgah bagi para Gen Z. “Generasi muda lebih nyaman dengan pertemanan dan disibukkan dengan koneksi dunia maya. Budaya makan bersama di rumah di satu meja makan yang sama harus dilestarikan untuk membangun komunikasi intens antar orang tua dan anak,” ucap Rosa.
Di akhir sesi perbincangan, Rosa menekankan pentingnya ketahanan mental generasi muda yang tidak hanya ditentukan oleh koneksi internet yang bagus, namun juga koneksi dan interaksi sosial yang kuat. “Ketahanan mental dimulai ketika kita tidak berjalan sendiri karena ada orang-orang terdekat yang turut hadir mengiringi,” katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....