Tahun Ajaran Baru, Kuota SR Jombang Dipastikan Bertambah

  • 12 Mei 2026 17:00 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang - Kuota siswa Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Jombang dipastikan bertambah pada tahun ajaran 2026/2027. Penambahan jumlah peserta didik itu membuat total siswa yang akan mengikuti pembelajaran mencapai 370 anak, sehingga pemerintah daerah mulai menyiapkan skema penempatan belajar baru karena gedung sementara di Mojoagung dinilai tidak lagi memadai.

Tambahan kuota tersebut berasal dari keputusan pemerintah yang menetapkan penambahan 270 siswa baru untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Masing-masing jenjang mendapatkan tambahan sebanyak 90 siswa. Dengan penambahan itu, jumlah siswa Sekolah Rakyat Jombang meningkat cukup signifikan dibanding sebelumnya.

Saat ini, SR Mojoagung diketahui telah menampung sekitar 100 siswa yang lebih dulu menjalani proses pembelajaran. Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Kabupaten Jombang, Andik Minarto, mengatakan kapasitas gedung sementara di Mojoagung tidak memungkinkan untuk digunakan menampung seluruh siswa baru.

“Kalau seluruh siswa ditempatkan di lokasi yang sekarang tentu tidak mencukupi. Daya tampung di Mojoagung terbatas, sementara jumlah siswa tahun ini bertambah cukup banyak,” kata Andik Minarto, Selasa, 12 Mei 2026.

Menurut dia, ratusan siswa tambahan nantinya direncanakan menempati gedung permanen Sekolah Rakyat di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang. Namun hingga kini pembangunan gedung tersebut masih berlangsung.

Pemerintah daerah pun mulai menyiapkan langkah antisipasi apabila pembangunan gedung permanen belum selesai sesuai target. Sebab, tahun ajaran baru dijadwalkan dimulai pada Juli 2026. Ia menambahkan, proses perekrutan siswa dilakukan oleh Dinas Sosial bersama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Sementara pihak sekolah hanya membantu memberikan sosialisasi mengenai sistem pembelajaran di Sekolah Rakyat. “Kami lebih banyak membantu di sisi pengenalan program pembelajaran. Untuk pendataan dan penjangkauan calon siswa dilakukan oleh Dinas Sosial bersama pendamping PKH,” jelasnya.

Calon siswa yang diprioritaskan masuk Sekolah Rakyat berasal dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Data tersebut nantinya akan diverifikasi kembali melalui pengecekan lapangan. Selain persoalan ruang belajar, penambahan jumlah siswa juga diperkirakan berdampak pada kebutuhan tenaga pengajar.

Terutama untuk jenjang sekolah dasar yang sebelumnya belum tersedia di SR Mojoagung. “Untuk kebutuhan guru masih dalam tahap perhitungan, terutama guru SD karena sebelumnya memang belum ada kelas SD di SR Mojoagung,” ujar Andik.

Sementara itu, pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Desa Tunggorono masih terus dikebut. Sejumlah bagian bangunan telah memasuki tahap pengecoran dan pemasangan rangka atap. Proyek tersebut ditargetkan selesai pada akhir Juni 2026 agar bisa segera digunakan untuk kegiatan belajar.

Namun hingga awal Mei, progres pembangunan gedung permanen baru mencapai sekitar 58 persen. Kondisi itu membuat Pemerintah Kabupaten Jombang mulai menyiapkan sejumlah alternatif apabila pembangunan mengalami keterlambatan.

Kepala Dinas Sosial Jombang, Agung Hariadi, mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pelaksana proyek terkait perkembangan pembangunan gedung Sekolah Rakyat tersebut. “Kami terus memantau progres pembangunan. Kalau nanti belum selesai sesuai jadwal, tentu akan disiapkan skenario lain agar kegiatan belajar tetap berjalan,” ujarnya.

Menurut Agung, gedung sementara di Mojoagung dipastikan tidak mampu menampung seluruh siswa apabila jumlah peserta didik mencapai 370 anak. “Kalau semuanya ditempatkan di Mojoagung jelas tidak cukup. Karena itu kami sedang menyiapkan simulasi penempatan agar proses belajar tidak terganggu,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....