Bunda Elisabeth, Pendengar Militan RRI Kediri Tutup Usia

  • 08 Mei 2026 07:32 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Pemerhati dan Pendengar Militan RRI Kediri Tutup Usia
  • Mengenang 'Bunda Elisabeth'

RRI.CO.ID, Kediri - Kabar duka menyelimuti keluarga besar RRI Kediri. Pemerhati sekaligus pendengar militan RRI Kediri, Elisabeth, yang akrab disapa Bunda Elisabeth, tutup usia pada Rabu 6 Mei 2026 di RS Mitra Keluarga, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur.

Bunda Elisabeth mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan medis selama hampir tiga pekan. Sebelum meninggal dunia, ia diketahui berjuang melawan penyakit stroke yang dideritanya.

Jenazah Elisabeth sempat disemayamkan di rumah duka, Jalan PB Soedirman Nomor 8, Pare, Kabupaten Kediri. Ibadah tutup peti digelar pada Kamis 7 Mei 2026 kemudian dilanjutkan dengan upacara pemakaman di Taman Makam Pulosari, Kecamatan Pare, Jumat 8 Mei 2026.

Kepergian Bunda Elisabeth meninggalkan duka mendalam bagi angkasawan dan angkasawati RRI Kediri. Ia dikenal sebagai sosok yang perhatian, baik hati, dan memiliki kedekatan emosional dengan keluarga besar RRI Kediri.

Meski dalam keterbatasan fisik dan harus menggunakan kursi roda, Bunda Elisabeth tetap menunjukkan kesetiaan luar biasa terhadap RRI Kediri. Ia menjadi bagian dari perjalanan RRI Kediri dari masa ke masa, baik melalui dukungan terhadap program siaran maupun kegiatan luar studio.

“Bunda Elisabeth orang baik. Beliau sudah seperti ibu untuk seluruh angkasawan-angkasawati RRI Kediri. Perhatiannya begitu tulus,” kata penyiar RRI Kediri, Ariel Latifonda.

Ariel mengaku telah mengenal sosok Elisabeth selama lima tahun terakhir. Menurutnya, Bunda Elisabeth merupakan pribadi yang kuat dan memiliki semangat hidup tinggi.

“Bunda memang selalu duduk di atas kursi roda, tetapi fisiknya sangat kuat dan semangat hidupnya tinggi,” ujarnya.

Rasa kehilangan juga dirasakan Yuli, perempuan yang selama ini merawat Elisabeth sejak 2015. Selama lebih dari sepuluh tahun mendampingi Bunda Elisabeth, Yuli mengenang almarhumah sebagai pribadi yang sabar dan tidak pernah mengeluh.

“Sepuluh tahun lebih saya merawat Bu Eli. Beliau tidak pernah marah meski dalam keadaan sakit. Kesabarannya luar biasa. Berat melepas kepergian Bu Eli, tapi saya ikhlas. Sekarang beliau sudah tidak sakit lagi,” ucap Yuli kepada RRI.

Kenangan mendalam juga disampaikan Koordinator RRI Kediri, Ricki Anggoro. Ia menyebut Bunda Elisabeth sebagai sosok yang tidak pernah lupa memberikan perhatian kepada kru RRI Kediri, terutama pada momen-momen penting.

“Kenangan yang tidak pernah saya lupakan adalah beliau selalu ingat RRI. Hari Radio, Hari Raya Idul Fitri, Bunda Elisabeth selalu lebih dulu mengucapkan ke masing-masing kru meskipun melalui telepon. Rest in peace, Bunda,” kata Ricki.

Bunda Elisabeth lahir di Kediri pada 11 September 1957. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai pribadi ramah, setia, dan selalu memberi dukungan terhadap berbagai program RRI Kediri, baik on air maupun off air.

Kepergian Bunda Elisabeth menjadi kehilangan besar bagi keluarga, sahabat, serta keluarga besar RRI Kediri. Ia meninggalkan suami, Andy Christian, serta dua anak tercinta, Ricky Aditya dan Cecilia Margaretha.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....