Kontes Ternak Sapi di Kabupaten Kediri Ditarget Menjadi Agenda Tahunan
- 06 Mei 2026 20:15 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Kontes ternak sapi Kediri ditargetkan rutin tiap tahun
- Ajang dorong kualitas peternakan dan daya saing daerah
- Diikuti 134 peserta dari 26 kecamatan di Kediri
- Populasi sapi Kediri naik jadi 216 ribu ekor
- Pemkab fokus kesehatan ternak dan cegah wabah PMK
RRI.CO.ID, Kediri - Pemerintah Kabupaten Kediri menargetkan kontes ternak sapi dapat diselenggarakan secara rutin setiap tahun sebagai upaya mendorong pengembangan sektor peternakan sekaligus memperkuat daya saing daerah.
Target tersebut disampaikan oleh Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, yang hadir langsung meninjau jalannya kegiatan Kontes Ternak Sapi Kabupaten Kediri 2026, sekaligus menyerahkan penghargaan kepada para pemenang, di Lapangan Desa Wonorejo, Kecamatan Wates, Rabu, 6 Mei 2026.
Dalam kesempatan itu, ia menilai kontes ternak memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk meningkatkan kualitas hasil peternakan. Ia berharap penyelenggaraan kontes serupa dapat terus dilanjutkan dengan skala yang lebih besar pada tahun-tahun mendatang. “Ke depan, kegiatan seperti ini perlu digelar lagi dengan konsep yang lebih meriah. Saya ingin kontes ternak di Kediri bisa menjadi yang terbaik di tingkat Jawa Timur,” ujarnya.
Kontes ternak sapi di Kabupaten Kediri tahun ini menjadi penyelenggaraan perdana setelah sempat terhenti sejak 2019. Kegiatan berlangsung selama dua hari sejak Selasa, 5 Mei 2026, dengan melibatkan ratusan peserta dari berbagai kecamatan.
Data panitia menunjukkan, sebanyak 134 peserta dari 26 kecamatan mengikuti kontes tersebut. Para peserta berkompetisi dalam tiga kategori utama, yakni sapi Peranakan Ongole (PO), sapi hasil persilangan inseminasi buatan (IB), serta kategori kereman ekstrem.
Pada kategori ekstrem, bobot sapi terberat yang dilombakan mencapai 1 ton 214 kilogram. Capaian ini dinilai mencerminkan potensi besar sektor peternakan sapi di Kabupaten Kediri yang terus mengalami perkembangan.
Bupati Kediri juga mengungkapkan bahwa populasi sapi di wilayahnya menunjukkan tren peningkatan. Pada tahun 2025, jumlah ternak sapi tercatat sebanyak 216.886 ekor, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 214.715 ekor.
Menurutnya, peningkatan tersebut harus diimbangi dengan upaya menjaga keberlangsungan sektor peternakan agar tetap stabil. Ia menyinggung pengalaman saat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat berdampak pada aktivitas perdagangan ternak.
Karena itu, pemerintah daerah dinilai perlu memastikan ketersediaan vaksin serta memperkuat pengawasan kesehatan hewan guna mencegah potensi wabah di masa mendatang. Langkah tersebut penting untuk menjaga produktivitas peternak sekaligus mendukung ketahanan pangan.
Selain aspek kesehatan ternak, penyelenggaraan kontes tahunan juga diharapkan mampu menarik minat masyarakat untuk terjun ke sektor peternakan. Menurut Bupati Dhito, peluang di bidang ini masih terbuka luas bagi siapa saja yang memiliki kemauan dan ketekunan.
Ia menegaskan bahwa usaha peternakan tidak selalu harus dimulai dari latar belakang tertentu. “Siapa pun sebenarnya bisa menekuni bidang ini, asalkan punya kesungguhan. Kuncinya ada pada ketelatenan dan konsistensi dalam merawat ternak,” ucapnya.
Dengan dukungan agenda rutin seperti kontes ternak sapi, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap sektor peternakan dapat terus berkembang, sekaligus menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....