Yonif TP Kediri Disiapkan Dukung Pangan dan Ekonomi Daerah
- 06 Mei 2026 19:57 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Yonif TP Kediri dibangun untuk ketahanan pangan dan ekonomi
- Proyek TNI AD integrasikan pertahanan dengan pembangunan wilayah
- Lokasi pembangunan di Kediri mulai dikerjakan Mei 2026
- Yonif TP libatkan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan
- Program ini dorong peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar
RRI.CO.ID, Kediri - Pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) Ksatria Joyoboyo di Kabupaten Kediri diproyeksikan menjadi penggerak baru dalam penguatan ketahanan pangan sekaligus pertumbuhan ekonomi masyarakat. Proyek ini menjadi bagian dari strategi TNI AD dalam mengintegrasikan fungsi pertahanan dengan pembangunan wilayah.
Peninjauan lokasi pembangunan dilakukan di Desa Banaran, Kecamatan Kandangan, Rabu, 6 Mei 2026, oleh Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin didampingi Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat daerah, termasuk Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dan Dandim 0809/Kediri Letkol Inf. Dhavid Nur Hadiansyah.
Dalam kesempatan itu, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan pentingnya ketahanan pangan sebagai fondasi kekuatan negara. Ia menilai pembangunan Yonif TP menjadi langkah konkret yang dapat mendukung program tersebut di tingkat daerah.
“Negara yang kuat hari ini adalah negara yang memiliki ketahanan pangan,” ujar Bupati yang akrab disapa Mas Dhito tersebut.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas inisiatif TNI yang tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan, tetapi turut berperan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
Lebih lanjut, Mas Dhito menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI menjadi kunci dalam memaksimalkan potensi wilayah, khususnya di sektor pertanian dan peternakan. Menurutnya, keberadaan satuan teritorial seperti Yonif TP dapat mempercepat pengembangan program-program strategis di daerah.
Sementara itu, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin menjelaskan bahwa Yonif TP Ksatria Joyoboyo merupakan salah satu dari 17 batalyon yang dibangun pada tahap keempat di wilayah Kodam V/Brawijaya. Pembangunan ini merupakan bagian dari penguatan struktur organisasi TNI AD yang lebih adaptif terhadap kebutuhan wilayah.
“Sambil menunggu proses pembangunan sarana prasarana di batalyon, pasukan sudah datang. Diperkirakan khusus di Yonif TP ini akan masuk separo kekuatan, kurang lebih sekitar 600 orang,” ungkapnya.
Menurutnya, keberadaan Yonif TP tidak hanya memperkuat fungsi pertahanan, tetapi juga dirancang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Hal itu diwujudkan melalui pengembangan sektor produktif yang terintegrasi dalam kawasan batalyon.
“Ini nanti ada prajurit-prajurit dengan spesialisasi itu, yang juga bisa kita kolaborasikan dengan masyarakat, kelompok tani maupun dinas-dinas di pemerintah daerah,” jelasnya.
Secara teknis, pembangunan markas Yonif TP Ksatria Joyoboyo akan menempati lahan seluas 79,8 hektare yang berada di kawasan Perhutani, tepatnya di wilayah Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Pare. Lahan tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan terpadu.
Berdasarkan paparan Dandim 0809/Kediri Letkol Inf. Dhavid Nur Hadiansyah, pembangunan tahap awal dijadwalkan dimulai pada Mei 2026. Fasilitas yang akan dibangun meliputi barak prajurit, rumah dinas tipe 45, gudang, dapur, hingga aula serbaguna.
Selain itu, kawasan tersebut juga akan dilengkapi dengan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Dalam struktur Yonif TP nantinya terdapat kompi khusus yang menangani ketahanan pangan, termasuk kompi pertanian dan kompi peternakan dengan berbagai spesialisasi.
Pengembangan ini diharapkan mampu menciptakan efek berganda atau multiplier effect, baik dalam peningkatan produksi pangan maupun pembukaan peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Dengan konsep tersebut, Yonif TP Ksatria Joyoboyo diproyeksikan menjadi model sinergi antara pertahanan dan pembangunan wilayah di tingkat daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....