BPS Kediri Akui Kendala Sensus Ekonomi Masyarakat Takut Berikan NIK

  • 06 Mei 2026 07:31 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Sensus ekonomi merupakan amanah dari pemerintah untuk dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang ada di seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten Kediri. Dalam pelaksanaan sensus ekonomi terdapat kendala yang dihadapi, salah satunya masyarakat (responden) masih takut untuk memberikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) kepada petugas.

Hal itu disampaikan Humas BPS Kabupaten Kediri, Samsul Ma’arif, Selasa, 5 Mei 2026, terkait pelaksaan sensus ekonomi tahun 2026. Pihaknya berharap responden yang didatangi petugas BPS saat sensus ekonomi dapat memberikan jawaban jujur dan apa adanya.

sehingga data tersebut nantinya dapat digunakan untuk rancangan pembangunan di Indonesia serta pengambilan kebijakan oleh pemerintah. “Rata-rata kendala yang dihadapi responden takut untuk memberikan NIK, takutnya disalahgunakan, tetapi jangan khawatir sensus ini data sangat dirahasiakan,” ujarnya.

Sementara Kepala BPS Kabupaten Kediri, Bambang Indarto menjelaskan sensus ekonomi merupakan kegiatan yang dilaksanakan dalam jangka waktu 10 tahun sekali. Sensus ekonomi memiliki nilai penting, karena merupakan program nasional yang pendataannya dilakukan secara serentak seluruh Indonesia.

Target penyelesaian sensus ekonomi tahun ini yaitu dimulai pada tanggal 1 Mei hingga 31 agustus tahun 2026, dengan melibatkan sekitar 1.400 petugas sensus dari BPS Kabupaten kediri. “Masyarakat perlu memahami adanya program ini, dan berpartisipasi terkait dengan pendataan ini serta menerima kedatangan petugas resmi BPS yang memakai rompi, tanda pengenal dan surat tugas,” ucapnya.

Bambang menambahkan petugas sensus dari BPS sebelum melakukan kegiatan akan melapor secara berjenjang mulai dari kecamatan, desa maupun kelurahan dan kepada RT/RW. Sehingga diharapkan masyarakat dapat menerima kedatangan petugas yang melakukan semsus serta memberikan jawaban jujur sesuai dengan pertanyaan yang diajukan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....