Ratusan Ekor Sapi Dilombakan dalam Kontes Ternak 2026 Kabupaten Kediri
- 05 Mei 2026 13:20 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Ratusan ekor sapi dilombakan dalam Kontes Ternak 2026 Kabupaten Kediri yang digelar pada 5 hingga 6 Mei di Lapangan Desa Wonorejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Tercatat sebanyak 134 ekor sapi ikut serta dalam ajang tersebut.
Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang kembali diselenggarakan setelah sempat terhenti sejak 2019 akibat pandemi COVID-19 dan merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Dengan kondisi yang kini semakin terkendali, kontes ternak kembali dihadirkan sebagai wadah bagi peternak untuk menampilkan hasil budidaya terbaik sekaligus meningkatkan kualitas ternak di tingkat daerah.
Selain perlombaan, rangkaian kegiatan juga mencakup bazar dan pameran UMKM peternakan, gerakan konsumsi protein hewani, serta Gerakan Pangan Murah yang ditujukan untuk mendukung kebutuhan masyarakat.
Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, menyampaikan bahwa tingginya partisipasi peserta menunjukkan besarnya potensi sektor peternakan di wilayah tersebut. Dari total populasi sapi potong yang mencapai sekitar 215 ribu ekor, nilai ekonomis dari sapi yang dilombakan diperkirakan mencapai Rp6 hingga Rp7 miliar.
“Ini menunjukkan bahwa usaha peternakan memiliki nilai ekonomi yang besar dan berpotensi terus dikembangkan. Ke depan, kami berharap kegiatan ini dapat mendorong peningkatan kesejahteraan peternak,” ujarnya.

Ia juga berharap kontes ternak yang kembali digelar setelah hampir enam tahun ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan skala kegiatan ke tingkat yang lebih luas. “Harapannya dari kegiatan ini, penyelenggaraan di tahun berikutnya kita bisa naik ke level provinsi hingga nasional, katanya.
Tutik menambahkan, kondisi PMK yang semakin menurun, bahkan sempat mencatatkan nol kasus dalam beberapa pekan terakhir, menjadi peluang untuk memperkuat edukasi kepada peternak sekaligus membuka akses pasar, menjelang Hari Raya Idul Adha 2026.
Dalam proses penilaian, panitia menghadirkan tiga dewan juri dari unsur akademisi dan instansi terkait. Penilaian dilakukan berdasarkan berbagai kategori, seperti sapi kereman ekstrem, sapi peranakan ongole, dan sapi cross, dengan mempertimbangkan aspek bobot, kesehatan, struktur tubuh, serta potensi reproduksi.

Sementara itu, salah satu peserta, Jamirin, peternak asal Desa Kedak, Kecamatan Semen, mengaku telah melakukan persiapan secara optimal untuk mengikuti kontes tersebut. Ia membawa tiga ekor sapi jenis peranakan ongole yang dirawat selama sekitar dua tahun.
“Saya rutin menjaga pola pakan dan kesehatan ternak. Untuk lomba ini, persiapan sudah dilakukan sejak awal, termasuk menyiapkan pakan dari rumah. Harapannya bisa mendapatkan hasil yang maksimal,” katanya.

Dengan antusiasme peserta yang tinggi, kontes ternak ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi dan penguatan sektor peternakan di Kabupaten Kediri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....