Musim Giling Dibuka, Jombang Dorong Percepatan Swasembada Gula
- 04 Mei 2026 20:33 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang — Dimulainya musim giling tebu tahun 2026 di Kabupaten Jombang dimanfaatkan pemerintah daerah sebagai momentum memperkuat langkah menuju swasembada gula nasional. Pembukaan musim produksi tersebut ditandai dengan tasyakuran buka giling di Pabrik Gula (PG) Tjoekir, Senin, 4 April 2026, di Graha Karya PG Tjoekir.
Dalam kegiatan tasyakuran tersebut juga diisi dengan santunan anak yatim serta kirab tebu manten. Agenda ini menjadi penanda awal pengolahan tebu tahun ini dengan target peningkatan hasil produksi.
Bupati Jombang, Warsubi, menilai keberadaan PG Tjoekir memiliki posisi penting dalam menopang ekonomi masyarakat, khususnya sektor berbasis kerakyatan. Ia menegaskan bahwa peningkatan produksi gula tidak boleh mengesampingkan kesejahteraan petani tebu sebagai mitra utama.
“Kami dari Pemerintah Kabupaten Jombang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pembukaan musim giling ini. Semoga seluruh rangkaian kegiatan produksi tahun ini berjalan dengan baik,” ujar Warsubi.
Ia juga berharap capaian produksi tahun ini dapat melampaui hasil sebelumnya dengan dukungan kinerja optimal dari seluruh unsur di dalam perusahaan.
“Harapannya, proses produksi dapat berlangsung lancar dan memberikan hasil yang lebih baik. Hal ini tentu perlu ditopang semangat kerja yang terus ditingkatkan oleh seluruh karyawan maupun manajemen, baik dari sisi jumlah produksi maupun mutu yang dihasilkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Warsubi menekankan bahwa kontribusi daerah seperti Jombang menjadi bagian penting dalam mendukung posisi Jawa Timur sebagai salah satu sentra produksi gula nasional. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, pabrik, dan petani menjadi faktor penentu dalam mewujudkan ketahanan pangan.
“Kita memikul tanggung jawab bersama untuk memperkuat swasembada gula. Sinergi antar pemangku kepentingan harus terus dijaga agar target tersebut dapat tercapai,” katanya.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan mutu produksi serta perlindungan terhadap tenaga kerja di lingkungan pabrik.
“Saya meminta seluruh jajaran untuk konsisten menerapkan standar keselamatan dan kesehatan kerja. Setiap tahapan produksi harus diawasi secara ketat, sekaligus membangun kepedulian antarpekerja di lingkungan kerja,” ucapnya.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur manajemen PG Tjoekir dan PT Sinergi Gula Nusantara, perangkat daerah terkait, Forkopimcam, perwakilan perbankan, serta Asosiasi Petani Tebu Rakyat yang turut mendukung penguatan sektor gula di Kabupaten Jombang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....