Disdik Kediri Berhasil Turunkan Angka ATS Dengan Home Visit

  • 02 Mei 2026 15:22 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri telah berhasil menurunkan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) dengan kegiatan home visit atau kunjungan rumah. Pemerintah Kabupaten Kediri terus berupaya menekan jumlah angka anak tidak sekolah yang sempat mencapai sekitar 12.000 anak pada 2024 berdasarkan data Dapodik.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Dr. Mokhamat Muhsin, Sabtu, 2 Mei 2026 menjelaskan melalui program home visit, jumlah ATS yang sebelumnya sekitar 12.000 anak, berhasil diturunkan dan sekitar 5.200 anak telah kembali ke sekolah. Upaya penurunan angka anak tidak sekolah akan dilanjutkan melalui gerakan Satu Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dapat menemukan satu anak tidak sekolah.

“Makanya kita akan lanjutkan bulan Mei dengan “Gerakan Satu GTK Satu ATS”, jadi guru minimal harus menemukan dan mengembalikan satu ATS ke sekolah. Bulan Juni-Juli nanti ada |”Home Visit Cegah ATS”, para guru SD wajib mengunjungi anak-anak, dimotivasi agar sekolah,” ujarnya.

Ia menambahkan pada program Home Visit Cegah ATS, para guru SMP diwajibkan mencari dan memberikan memotivasi kepada anak lususan SD yang tidak melanjutkan sekolah. Selain itu para guru yang menemukan anak putus sekolah dapat memberikan saran agar tetap melanjutkan pendidikan, meskipun harus belajar melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Sementara Penilik Pendidikan Non Formal (PNF) Kecamatan Pare, dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Guntur Sila Sukma berharap para PKBM semakin intens dalam mendukung penurunan angka ATS. Dengan melakukan koordinasi kepada pihak IT desa maupun kecamatan serta pihak lainnya untuk menjaring ATS di wilayah Kabupaten Kediri.

“Kita sudah arahkan berada di rumah-rumah stimulus dan untuk NISN nya kita coba masukkan di Pendidikan Non Formal, dengan nanti kita siapkan guru pendamping khsusus untuk disabilitas. Dan untuk anak putus sekolah memang hari ini kita masih terus berusaha, terus mencari data-data ini karena beberapa memang sudah tidak berada di Kabupaten Kediri,” ucapnya.

Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri hingga saat ini masih terus mencari data-data terkait anak putus sekolah, karena ditemukan beberapa sudah tidak berdomisili di Kediri. Guntur berharap untuk para orang tua agar selalu memperbarui atau mengupdate data status pendidikan anak dalam Kartu Keluarga (KK).

Karena banyaknya muncul angka anak tidak sekolah di Kabupaten Kediri, salah satu penyebabnya status pendidikan anak yang belum dirubah. Sehingga data pendidikan anak tersebut terbaca belum pernah bersekolah atau putus sekolah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....