May Day Buruh Kediri Soroti Upah, Jaminan, dan Ancaman PHK
- 01 Mei 2026 09:15 WIB
- Kediri
Poin Utama
- May Day 2026
- Hari Buruh Internasional
- Menakar komitmen negara terhadap nasib buruh
RRI CO.ID, Kediri - Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) menjadi momentum bagi para pekerja di Kediri untuk menyoroti berbagai persoalan ketenagakerjaan yang masih belum terselesaikan. Mulai dari upah minimum, jaminan sosial, hingga ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak.
Seorang pekerja harian lepas di pabrik triplek di Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Sulton, menilai peringatan May Day seharusnya tidak sekadar menjadi seremoni tahunan.
“Saya berharap hari buruh bukan cuma jadi hari libur. Masih banyak yang harus disuarakan dan diperjuangkan,” kata Sulton, Jumat 1 Mei 2026.
Menurutnya, hingga saat ini pekerja masih dihadapkan pada ketidakpastian kerja, terutama bagi pekerja kontrak dan harian lepas. Selain itu, akses terhadap jaminan sosial ketenagakerjaan dan kesehatan juga belum sepenuhnya merata.
Ia juga menyoroti kekhawatiran sebagian pekerja untuk terlibat dalam aksi peringatan May Day. Beberapa di antaranya memilih tidak ikut karena takut mendapat sanksi dari perusahaan maupun potensi kericuhan.
“Sebagian ada yang takut sanksi manajemen, ada juga yang khawatir kericuhan. Padahal ini kan untuk memperjuangkan hak bersama,” ujarnya.
Sulton berharap peringatan May Day dapat berlangsung damai dan menjadi ruang bagi buruh untuk menyampaikan aspirasi secara kolektif.
Di sisi lain, keberadaan serikat pekerja dinilai masih sangat penting sebagai wadah perjuangan hak buruh. Selain itu, dukungan dari kalangan akademisi dan peneliti juga dibutuhkan untuk memperkuat dasar ilmiah dalam setiap tuntutan yang disampaikan.
Isu lain yang turut menjadi sorotan adalah implementasi regulasi ketenagakerjaan, termasuk Undang-Undang Cipta Kerja yang hingga kini masih menuai pro dan kontra di kalangan pekerja.
Para buruh berharap pemerintah dapat lebih hadir dalam memastikan perlindungan hak pekerja, termasuk dalam hal pesangon dan pencegahan PHK sepihak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....