Jombang Perluas Gerakan Sampah Jadi Sedekah
- 30 Apr 2026 18:20 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Kantor Kementerian Agama setempat memperluas pelaksanaan gerakan “Sampah Jadi Sedekah” dengan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat sebagai upaya menekan peningkatan limbah rumah tangga. Perluasan gerakan ini ditandai dengan peluncuran program di MIN 3 Jombang, Desa Pucang Simo, Kecamatan Bandarkedungmulyo, yang menjadi salah satu titik pengumpulan dan penukaran sampah.
Program tersebut kini tidak hanya menyasar lingkungan madrasah, tetapi juga menjangkau Kantor Urusan Agama (KUA), pesantren, serta masyarakat umum. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Muhajir, menyampaikan, diperlukan adanya penguatan gerakan berbasis partisipasi masyarakat mengingat terjadinya peningkatan volume sampah.
“Limbah rumah tangga cenderung meningkat, terutama plastik sekali pakai dan minyak bekas. Kondisi ini perlu ditangani dengan pendekatan yang melibatkan masyarakat secara langsung,” ujarnya, Kamis, 30 April 2026.
Ia menjelaskan, program tersebut tidak hanya bertujuan mengurangi sampah, tetapi juga membangun kesadaran baru bahwa limbah dapat memiliki nilai guna jika dikelola dengan tepat. “Kami ingin mengajak masyarakat melihat sampah dari sudut pandang yang berbeda. Jika dikelola dengan baik, sampah bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat, bahkan bernilai sosial,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, warga dapat menukarkan sampah seperti botol plastik, kardus bekas, serta minyak jelantah dengan kebutuhan kebersihan rumah tangga, antara lain sabun cuci tangan, sabun cuci piring, dan deterjen. Muhajir menambahkan, perubahan konsep dari gerakan sebelumnya menjadi langkah strategis agar program ini memiliki jangkauan yang lebih luas dan dampak yang lebih signifikan.
“Awalnya gerakan ini hanya berfokus di madrasah. Sekarang diperluas menjadi gerakan bersama agar partisipasi masyarakat semakin meningkat,” ujarnya.
Program ini juga menjadi bagian dari momentum peringatan Hari Bumi yang dimanfaatkan untuk memperkuat edukasi lingkungan di tengah masyarakat. Pelaksanaan pengumpulan dan penukaran sampah berlangsung hingga 6 Mei 2026 di 34 titik lokasi yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Jombang.
Melalui perluasan gerakan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah semakin meningkat, sehingga mampu mengurangi dampak pencemaran lingkungan sekaligus mendorong budaya hidup bersih dan berkelanjutan di Kabupaten Jombang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....