Peralihan Musim Picu Fluktuasi Harga Sayuran di Jombang

  • 30 Apr 2026 16:45 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang – Peralihan musim dari penghujan menuju kemarau memicu fluktuasi harga sejumlah komoditas sayuran di pasar tradisional Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Dalam sepekan terakhir, beberapa komoditas tercatat mengalami kenaikan cukup signifikan, sementara sebagian lainnya justru mengalami penurunan akibat perubahan pasokan dari daerah sentra produksi.

Berdasarkan pantauan di pasar tradisional Citra Niaga Jombang, harga cabai kecil saat ini berada di kisaran Rp50.000 per kilogram, turun dari sebelumnya Rp55.000 per kilogram. Penurunan ini dipicu oleh mulai masuknya pasokan dari petani lokal setelah panen awal, meski kualitas cabai masih beragam akibat cuaca yang belum stabil.

Salah satu pedagang sayur di Pasar PCN Jombang, Siti Aminah, mengatakan bahwa fluktuasi harga saat ini sangat dipengaruhi oleh perubahan musim. “Kalau cuaca tidak menentu seperti sekarang, hasil panen petani juga ikut terganggu. Ada yang panennya berkurang, ada juga yang kualitasnya menurun, sehingga harga di pasar ikut berubah,” ujarnya, Kamis, 30 April 2026.

Ia menambahkan, kenaikan harga bawang merah dan terong menjadi yang paling dirasakan oleh pedagang maupun pembeli. “Bawang merah sekarang naik cukup tinggi, dari kisaran Rp32.000 menjadi Rp38.000 per kilogram. Terong juga naik karena barangnya agak sulit didapat,” katanya.

Kenaikan harga komoditas ini dipengaruhi oleh terbatasnya stok di tingkat pedagang serta berkurangnya pasokan dari daerah sentra seperti Nganjuk dan Probolinggo yang saat ini belum memasuki masa panen raya. Sementara itu, harga cabai merah besar justru mengalami kenaikan tipis dari Rp45.000 menjadi Rp48.000 per kilogram.

Kenaikan ini disebabkan berkurangnya hasil panen di beberapa wilayah penghasil akibat curah hujan tinggi pada periode sebelumnya yang berdampak pada produktivitas tanaman. Harga tomat juga mengalami kenaikan dari Rp12.000 menjadi Rp14.000 per kilogram.

Kondisi ini terjadi karena banyak petani mengalami gagal panen parsial akibat serangan hama dan perubahan cuaca ekstrem, sehingga pasokan di pasar menjadi terbatas. “Buncis turun, dari Rp22.000 menjadi Rp16.000 per kilogram. Kalau ini karena stoknya banyak,” ujarnya.

Adapun harga bawang putih relatif stabil di kisaran Rp30.000 per kilogram. Stabilnya harga komoditas ini disebabkan oleh pasokan impor yang masih terjaga serta distribusi yang relatif lancar ke pasar-pasar tradisional.

Sementara itu, harga sayuran lain seperti kubis dan sawi putih cenderung mengalami fluktuasi ringan dalam batas wajar. Perubahan harga komoditas ini tidak terlalu signifikan karena pasokan masih mencukupi kebutuhan pasar.

Fluktuasi harga sayuran diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan, seiring kondisi cuaca yang belum sepenuhnya stabil.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....