Ancaman Kekeringan, Petani Jombang Siapkan Embung
- 29 Apr 2026 16:54 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang - Ancaman kekeringan yang mulai terasa menjelang musim tanam kedua (MT II) mendorong petani di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mengandalkan embung sebagai sumber cadangan air untuk mempertahankan produktivitas lahan. Penurunan intensitas hujan sejak akhir April 2026 menjadi perhatian, terutama di wilayah utara Sungai Brantas seperti Kecamatan Kabuh, Kudu, dan Plandaan yang dikenal memiliki keterbatasan sumber air.
Kondisi ini memicu petani melakukan berbagai langkah antisipatif di tengah potensi kemarau yang datang lebih awal. Suyanto (47), petani asal Desa Kabuh, Kecamatan Kabuh, mengatakan dirinya telah menyiapkan embung sederhana menjelang musim kemarau.
“Sekarang hujan sudah mulai jarang, jadi air yang ada kami tampung dulu. Kalau tidak begitu, nanti saat tanam kedua bisa kekurangan air,” ujarnya, Rabu, 29 April 2026.
Menurutnya, ketersediaan air menjadi faktor penentu keberhasilan tanam pada periode ini. Tanpa cadangan yang cukup, risiko penurunan hasil hingga gagal panen semakin besar.
“Kalau air tidak cukup, hasil pasti turun. Bahkan bisa tidak panen sama sekali kalau kemarau panjang,” katanya.
Ia menjelaskan, embung yang dibuat di lahan meski berkapasitas terbatas tetap memberikan manfaat pada fase awal pertumbuhan tanaman. Air yang tersimpan digunakan secara selektif untuk menjaga tanaman tetap hidup.
“Airnya tidak banyak, tapi setidaknya bisa dipakai untuk menyelamatkan tanaman di awal. Kalau tidak ada, kami benar-benar bergantung pada hujan,” ujarnya.
Penggunaan air dari embung, lanjutnya, dilakukan secara hemat dan dalam beberapa kasus harus dibagi dengan petani lain. Keterbatasan alat dan jangkauan juga menjadi kendala tersendiri dalam distribusi air.
“Biasanya kami pakai pompa kecil. Tapi kalau lahannya jauh, ya tidak semua bisa dialiri. Jadi harus dipilih mana yang diprioritaskan,” katanya.
Selain memanfaatkan embung, sebagian petani mulai menyesuaikan pola tanam dengan memilih komoditas yang lebih tahan terhadap kekeringan, seperti jagung dan tembakau. Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk menekan risiko kerugian di tengah ketidakpastian cuaca.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....