Kurangi Pengangguran, 96 Orang Ikuti Magang Kerja di Jepang
- 22 Apr 2026 17:30 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Kurangi Angka Pengangguran, 96 Orang di Kabupaten Kediri dan sekitarnya ikuti Magang Kerja di Jepang
- Puluhan peserta yang berangkat ke Jepang, bakal bekerja di berbagai bidang usaha, mulai dari konstruksi, infrastruktur, hingga pertanian
RRI.CO.ID, Kediri - Sebanyak 96 orang di Kabupaten Kediri berhasil mengikuti Pelatihan Nasional (Pelatnas) di Bekasi untuk persiapan Program Magang Kerja di Jepang. Agenda ini seiring adanya sosialisasi program magang ke Jepang oleh International Manpower Japan, dan merekrut putera terbaik dari berbagai daerah di Kediri dan sekitarnya.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri, Ibnu Imad, dalam Agenda Penutupan Pelatda Magang Jepang Kediri bersama International Manpower Japan untuk Angkatan ke-388, di Gedung Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri, Rabu, 22 April 2026. Ibnu Imad menjelaskan, sejak awal dibukanya program magang kerja di Jepang, tampak animo masyarakat sangat besar.
Bahkan terdapat 104 orang pendaftar, tapi dari jumlah itu, yang lolos ke Pelatihan Nasional hanya 96 orang. "Namun kini, mereka lebih dulu dikembalikan ke orang tua, sebelum akhirnya berangkat ke Pelatnas di Bekasi dalam waktu dekat," kata Ibnu Imad.
Ibnu Imad mengemukakan, dari jumlah tersebut, sebanyak 41 peserta telah menandatangani kontrak kerja dengan perusahaan di Jepang. Sementara sisanya akan mengikuti proses wawancara lanjutan secara bertahap, baik daring maupun luring.
"Mereka yang belum kontrak tetap didorong untuk menjaga kesiapan fisik dan meningkatkan kemampuan bahasa agar siap saat dipanggil wawancara," katanya.
Hadir di lokasi sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Solikin. Pada kesempatan ini, ia berpesan, agar sebelum berangkat ke Jepang para peserta ini bisa mempersiapkan mental, fisik, kemampuan bahasa, hingga selalu bijak dalam memakai media sosial.
"Beda budaya dan kebiasaan harus disikapi dengan baik. Idealnya, jangan sampai ada persoalan di tempat kerja yang justru disampaikan ke media sosial tanpa komunikasi dengan pihak perusahaan, karena bisa menimbulkan masalah baru di sana," katanya.
Solikin menilai, menjaga reputasi tenaga kerja Indonesia di luar negeri menjadi hal penting. Sebab reputasi baik yang telah dibangun harus terus dilanjutkan oleh para peserta program magang.
"Adapun puluhan peserta yang berangkat ke Jepang, bakal bekerja di berbagai bidang usaha, mulai dari konstruksi, infrastruktur, hingga pertanian," katanya.
Program magang ke Jepang ini, imbuhnya, pada umumnya terlaksana selama 3 hingga 5 tahun, dengan jam kerja mulai hari Senin hingga Jumat. Program ini ikut berkontribusi dalam menekan angka pengangguran terbuka TPT di Kabupaten Kediri yang saat ini berada di angka 4,71 persen atau turun dari sebelumnya sekitar 5,4 persen.
Di tempat serupa, tampak Perwakilan International Manpower Japan, Kumagai Sensei, menyampaikan bahwa program magang ini telah berjalan sejak 1993 melalui kerja sama dengan pemerintah Indonesia. Hingga sekarang, terdapat sekitar 6.800 peserta asal Indonesia yang masih aktif bekerja di Jepang.
"Peserta magang asal Indonesia punya reputasi yang sangat baik dibandingkan negara lain. Kunci utamanya adalah kedisiplinan dan etos kerja. Kami sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Kediri atas dukungan terhadap program ini," katanya.
Peserta asal Ponorogo, Ramli Kurniawan, mengatakan, pihaknya mengikuti program ini atas keinginan sendiri untuk mencari pengalaman kerja di luar negeri. "Saya sangat senang bisa ikut program ini, karena selain cari pengalaman, bekerja di Jepang juga lebih menjanjikan secara gaji," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....