BPBD Jatim Imbau Masyarakat Waspada Bencara Musim Kemarau

  • 18 Apr 2026 22:32 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur imbau masyarakat mewaspadai kerawanan bencana pada musim kemarau tahun 20226. Berdasarkan press release dari BMKG, ditahun 2026 akan memasuki kemarau dan fenomena anomaly cuaca dengan adanya El Nino, yang mengakibatkan kemarau semakin kering.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Pencegahan BPBD Provinsi Jawa Timur Dadang Iqwandy, Sabtu, 18 April 2026, saat menghadiri acara riayan (halal bihalal) yang digelar Jangkar Kelud Kabupaten Kediri, sebuah organisasi sosial masyarakat yang bergerak di bidang pengurangan risiko bencana dan adaptasi perubahan iklim.

“Bulan April ini beberapa daerah sudah masuk musim kemarau, nantinya puncak ada di bualn Agustus-September. Nanti ada beberapa daerah yang akan mengalami musim kemarau sampai dengan 24 dasarian (240 hari) dan daerah manasaja petanya sudah dirilis oleh BMKG,” ujarnya.

Kegiatan yang dilaksanakan di wisata Ragil Kuning, Desa Krenceng, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri dihadiri relawan pegiat kebencanaan di wilayah Kediri. Serta dihadiri BPBD di wilayah Provinsi Jawa Timur, Kabupaten dan Kota Blitar, Kabupaten dan Kota Malang, Kota Batu, Jombang, Tulungagung, Madiun, dan Kabupaten Nganjuk.

Sementara Koordinator Jangkar Kelud Kabupaten Kediri sekaligus Sekjen Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Jawa Timur, Catur Sudarmanto, mengucapkan terima kasih atas kehadiran jajaran BPBD dari daerah di sekitar Kediri. Hal tersebut menunjukkan komitmen dan kekompakan yang sama berkaitan dengan penanggulangan bencana di masing-masing wilayah.

“Riayan itu hanya sebuah sarana untuk kita bersilaturahmi, membangun sinergi, kemudian juga menunjukkan kekompakan. Bahwa kita masih memiliki komitmen dan kepedulian terhadap potensi ancaman bahaya daerah kita, apalagi kalau kita bicara terkait dengan Kelud,” ucapnya.

Acara riayan Jangkar Kelud juga dihadiri para relawan bencana, Jajaran Forkopimcam Kepung, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri. Serta para relawan dari Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Kabupaten/ Kota Kediri dan Malang.

Kegiatan diawali dengan penanaman pohon di area Wisata Ragil Kuning, dilanjutkan dengan penebaran benih ikan nila dan mujair di sumber mata air. Selain itu juga dilakukan simulasi tentang kebencanaan yang diikuti oleh seluruh peserta kagiatan riayan (halal bihalal) Jangkar Kelud Kabupaten Kediri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....