Memupuk Keimanan Dengan Ilmu, Mencintai Islam dengan Kesadaran
- 11 Apr 2026 17:45 WIB
- Kediri
Poin Utama
- memupuk keimanan dengan ilmu
- mencintai islam dengan kesadaran
- syi'ar islam mutiara pagi
RRI.CO.ID, Kediri – Sudahkah kita memupuk keimanan dengan ilmu dan sudahkah kita mencintai Islam dengan penuh kesadaran adalah dua pertanyaan penting untuk refleksi diri. Hal ini disampaikan oleh Ustaz M. As’ad Effendy, Ph.D., FISQua., Dosen Universitas STRADA Indonesia dalam Program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Kediri, Sabtu, 11 April 2026.
“Tanpa disadari selama ini kita berislam karena otomatisasi. Jarang yang menyadari bahwa Islam adalah pilihan kita, bukanlah pilihan orang tua kita,” kata Ustaz As’ad dalam mukadimah singkatnya. “Fondasi keislaman kita dibangun dengan penuh kesadaran melalui ilmu. Ini sejalan dengan wahyu pertama yang turun adalah perintah untuk iqro yang berarti bacalah.”
Melalui fondasi ilmu sebagai prioritas utama dalam merawat keimanan dan ketakwaan, Islam dibangun dengan tujuan untuk mewujudkan kekuatan spiritualitas dan intelektualitas. Hal ini merujuk pada ayat pertama Al-Qur’an yang turun bukanlah tentang perintah untuk melaksanakan salat atau zakat, namun justru perintah untuk membaca.
Ustaz As’ad menyebut bahwa lingkungan dengan kualitas keislaman yang baik akan berpotensi membangkitkan kesadaran seseorang dalam berislam. “Salah satu indikator kita mencintai Islam dengan penuh kesadaran adalah ketika kita mampu memperbaiki cara salat kita, bukan sekedar salat yang hanya menggugurkan kewajiban saja,” ujar Pengasuh Majelis Ta’lim Masjid At-Taqwa, Kota Kediri ini.
“Mari kita berislam dengan penuh kesadaran. Mari kita cermati diri kita yang tercipta dari sesuatu yang hina yakni segumpal darah. Jika tidak bertuhan dan berislam, maka kita hanyalah orang yang lemah. Perbaiki komunikasi dengan Allah dengan cara memperbaiki salat kita,” ucap Ustaz As’ad melalui closing statement singkatnya seraya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....