Kursus Gratis Bikin Warga Pare Berani Ngomong Inggris
- 10 Apr 2026 20:40 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri -Warga di kawasan Kampung Inggris Pare, Kabupaten Kediri, kini mendapat kesempatan mengikuti kursus bahasa Inggris secara gratis. Program ini menyasar kelompok masyarakat yang kerap berinteraksi langsung dengan para pelajar, seperti pengemudi ojek online, pelaku UMKM, hingga pemilik usaha kos.
Program bertajuk “Pecel Baris” ini digagas oleh Global English sebagai upaya memperkuat ekosistem belajar di Kampung Inggris agar tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga hidup dalam aktivitas sehari-hari masyarakat.
Co-Founder Global English, Agus Tri Winarso, mengatakan pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri warga dalam menggunakan bahasa Inggris saat berinteraksi dengan para pendatang.
“Melalui program ini, kami ingin warga sekitar Kampung Inggris lebih percaya diri berkomunikasi dalam bahasa Inggris, sehingga suasana belajar di Pare semakin hidup dan terasa alami,” ujarnya, Jumat 10 April 2026.
Ia menjelaskan, keberadaan masyarakat yang mampu berkomunikasi dasar dalam bahasa Inggris menjadi nilai tambah bagi para pelajar yang datang dari berbagai daerah.
“Para pelajar biasanya ingin merasakan lingkungan yang mendukung praktik bahasa secara langsung. Karena itu, warga diharapkan bisa merespons hal-hal sederhana, seperti memberi petunjuk arah atau rekomendasi tempat, dengan bahasa Inggris yang mudah dipahami,” jelasnya.
Menurutnya, peran masyarakat lokal menjadi kunci dalam menjaga eksistensi Kampung Inggris di tengah persaingan dengan kawasan serupa di berbagai daerah.
“Kalau kemampuan bahasa masyarakat merata, Pare bukan hanya tempat kursus, tapi juga ruang interaksi yang memungkinkan praktik bahasa terjadi secara alami setiap hari,” tambahnya.
Program ini membuka pendaftaran sejak 30 Maret hingga 18 April 2026, dengan pelatihan berlangsung mulai 20 April hingga 15 Mei 2026 di Global English. Kegiatan ini menargetkan hingga 200 peserta dan diawali dengan tes kemampuan dasar untuk pembagian kelas.
Untuk menyesuaikan aktivitas peserta, pelatihan akan dibagi dalam dua sesi, yakni pagi dan malam hari, dengan materi yang difokuskan pada kebutuhan komunikasi sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....