Sayur Hidroponik Diminati SPPG untuk Menu MBG

  • 05 Apr 2026 07:41 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Sayuran hasil produk pertanian sistem hidroponik yang dikembangkan Sumber Rejeki Farm, unit usaha BUMDes Canggu, Kabupaten Kediri banyak diminati Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hal tersebut karena SPPG sebagai penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) selalu menjaga keamanan pangan, sehingga sayur slada produk hidroponik menjadi pilihan, dikarenakan bebas penggunaan pestisida.

Ketua BUMDes Canggu, Saikhu Abadi, Sabtu, 4 April 2026, menjelaskan dalam green house hidroponik yang dikembangkan saat ini terdapat 12 meja tanaman slada. Dalam satu meja dapat menghasilkan sayur slada sebangak 20 kilogram dengan waktu panen sekitar 40 hari.

“Kalau untuk marketing atau pemasaran kami nggak ada masalah, karena pasar kami di end user kami sudah punya, yang kedua produk kami sudah masuk di SPPG. Jadi SPPG itu juga benar benar menjaga kualitas, karena untuk slada hidroponik ini tergolong slada premium,” ujarnya.

Ia menambahkan untuk memenuhi permintaan sayur slada hidroponik dari SPPG, pihaknya akan melakukan penjadwalan terkait budidaya. Karena permintaan sayur slada dari satu SPPG sebanyak 20 kilogram sekali pengiriman, dan setiap seminggu sekali dapur MBG meminta dua kali pengiriman.

Sementara Kepala Desa Canggu, Saptonoko mengatakan akan selalu mendukung budidaya tanaman dari green house yang dikelola Sumber Rejeki Farm. Pihaknya juga akan menambah jumlah green gouse untuk menghasilkan produk hidroponik yang lebih banyak, untuk budidaya sayur slada dan buah melon.

“Kedepannya kalau bisa ditambah lagi green housenya biar nanti permintaan SPPG bisa terpenuhi, dan rencana semula kan juga untuk edukasi. Kita menyiapkan tempatnya untuk edukasi bagi anak-anak sekolah mulai dari tingkat SD/MI, SMP/MTs maupun SMA sederajat,” ucapnya.

Saptonoko mengungkapkan selain pengembangan pertanian sistem hidoponik, BUMdesa Canggu juga mengembangkan budidaya perikanan lele dan nila, sebagai upaya ketahanan pangan. Pihaknya merangkul para pemuda yang berasal dari karang taruna, untuk mengembangkan unit usaha, sehingga dapat meningkatkan pendapatan asli desa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....