Pasca Lebaran Kunjungan Siswa di Kampung Inggris Pare Menurun
- 31 Mar 2026 15:27 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Kunjungan masyarakat baik pelajar maupun mahasiswa di lembaga kursus Kampung Inggris Pare, Kabupaten Kediri pasca lebaran cenderung menurun. Hal tersebut telah menjadi trend setiap awal tahun, kunjungan siswa yang belajar menurun pada bulan Januari dan puncak penurunan terjadi pada bulan Maret 2026.
Pimpinan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Kampung Inggris Language Center (KILC), Abdul Wasik, Selasa, 31 Maret 2026 menjelaskan, kunjungan siswa di Kampung Inggris akan mulai meningkat pada bulan April 2026. Dan puncak kunjungan siswa kursus di Kampung Inggris Pare, Kabupaten Kediri terjadi pada bulan Mei dan Juni saat momen liburan sekolah.
Meski lembaga kursus di Kampung Inggris memiliki cabang di beberapa daerah, namun antusias masyarakat datang ke Kampung Inggris Pare selama ini masih tinggi. Hal ini disebabkan environment atau lingkungan Kampung Inggris Pare telah terbentuk, sehingga siswa kursus tidak malu dan nyaman melakukan praktik berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris dimana saja.
“Ada dua hal yang sangat mempengaruhi siswa, yang pertama adalah programnya dan kedua adalah fasilitasnya. Program otomatis harus selalu diperbaiki dan ditingkatkan, keluhan-keluhan dari siswa itu sebagai bahan bakar untuk kita memperbaiki layanan,” ujarnya.
Ia menambahkan fasilitas pada Lembaga kurusus yang seringkali menimbulkan komplain paling besar dari siswa. “Makanya standarnya harus selalu ditingkatkan dan masukan juga keluhan dari siswa terkait fasilitas harus cepat direspon, sehingga ketidaknyamanan keluhan itu segera teratasi,” katanya.
Sementara Sukamto, pemilik kos-kosan di Kampung Inggris, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, mengatakan siswa atau pelajar yang menginap selama belajar harus memahami tata tertib yang ada. Selain itu juga harus menjaga kesopanan, menjaga etika dan mematuhi aturan yang tertuang dalam Peraturan Desa (Perdes) Tulungrejo atau Kampung Inggris.
“Kalau identitas itu wajib, karena nanti jika suatau saat ada masalah kita juga bisa mengenali orang yang kos ditempat kita. Di lingkungan saya sendiri kita tidak menggunakan KTP, tapi melalui barcode pendataan siswa melalui google form, jadi setiap kos dan camp saya kasih barcode nanti masuk ke saya sebagai adminnya,” ucap Sukamto yang sekaligus Ketua RT.11/RW.14 desa Tulungrejo.
Abdul wasik menambahkan komunitas di Kampung Inggris secara nasional berasal dari berbagai kota, sehingga informasi terkait pekerjaan maupun beasiswa kuliah di luar negeri dapat diketahui secara cepat. Di Kampung Inggris Pare siswa tidak hanya sekedar belajar Bahasa Inggris atau mengejar sertifikat, namun jaringan informasi juga berkembang, karena tujuan utama yaitu memiliki skil dalam berbahasa Inggris.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....