Keberangkatan Haji 2026 Dipastikan Berjalan Normal

  • 29 Mar 2026 15:55 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang - Pemerintah memastikan keberangkatan jemaah haji Indonesia tahun 2026 tetap berlangsung normal sesuai jadwal, meski situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah tengah mengalami ketegangan. Kepastian ini diberikan untuk menjawab kekhawatiran masyarakat terkait potensi gangguan terhadap pelaksanaan ibadah haji.

Menteri Haji dan Umrah, KH Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa seluruh tahapan pemberangkatan jemaah tidak mengalami perubahan dari rencana awal yang telah ditetapkan pemerintah.

“Jadwalnya tetap seperti yang sudah ditentukan. Jemaah mulai masuk asrama haji pada 21 April, lalu diberangkatkan ke Tanah Suci pada 22 April,” ujarnya dalam kesempatan halal bihalal bersama Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umroh Provinsi Jawa Timur di Ponpes Tebuireng, Minggu, 29 Maret 2026.

Ia menjelaskan, berbagai persiapan teknis telah dirampungkan, mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga layanan pendukung lainnya. Pemerintah memastikan seluruh kebutuhan jemaah telah dipersiapkan secara menyeluruh untuk mendukung kelancaran ibadah.

Menurutnya, perencanaan penyelenggaraan haji telah dilakukan sejak jauh hari, sehingga saat ini hanya tinggal menunggu proses pelaksanaan. Namun demikian, pemerintah tetap memantau perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah sebagai langkah antisipatif.

“Kami berharap kondisi di wilayah tersebut segera kondusif, sehingga pelaksanaan ibadah haji dapat berlangsung dengan aman,” katanya.

Ia menambahkan, aspek keamanan menjadi faktor penting agar seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jombang, Ilham Rohim, mengungkapkan bahwa jumlah jemaah haji asal Jombang tahun 2026 mengalami penyesuaian. Dari semula 1.263 orang, kini bertambah menjadi 1.271 orang seiring masuknya jemaah cadangan menggantikan peserta yang batal berangkat.

“Data jemaah memang bisa berubah hingga mendekati waktu keberangkatan. Jika ada yang mengundurkan diri atau terkendala kesehatan, maka posisi akan diisi oleh jemaah cadangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sementara ini terdapat penambahan sekitar 14 jemaah dari daftar cadangan, namun jumlah tersebut masih berpotensi berubah.

“Penambahannya sekitar 14 orang dari cadangan, tetapi ke depan masih mungkin bertambah atau berkurang,” jelasnya.

Ilham memastikan seluruh jemaah yang telah masuk daftar keberangkatan telah memenuhi persyaratan, termasuk aspek kesehatan dan pelunasan biaya, “Seluruhnya sudah memenuhi syarat, baik dari sisi kesehatan maupun administrasi, sehingga siap untuk diberangkatkan,” katanya.

Ia juga menyebutkan, hingga saat ini belum ada tambahan kuota haji untuk wilayah Jawa Timur yang tetap berada di kisaran 42 ribu Jemaah, “Belum ada informasi terkait penambahan kuota, sehingga masih mengacu pada alokasi awal,” ucapnya.

Adapun jemaah haji asal Jombang dijadwalkan berangkat dalam empat kelompok terbang, yakni Kloter 60, 61, 62, dan 63, dengan jadwal keberangkatan yang direncanakan berlangsung pada 6 dan 7 Mei 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....