Pasca Lebaran, Harga Sayuran di Jombang Masih Fluktuatif

  • 28 Mar 2026 20:46 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang – Harga sejumlah komoditas sayuran di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terpantau masih mengalami fluktuasi pasca Lebaran 2026. Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor pasokan dari daerah penghasil serta perubahan pola konsumsi masyarakat setelah masa libur panjang.

Pantauan di Pasar Pon Jombang menunjukkan harga beberapa jenis sayuran bergerak tidak stabil dalam sepekan terakhir. Komoditas cabai rawit merah, misalnya, tercatat sempat berada di kisaran Rp80.000 per kilogram saat menjelang Lebaran, kemudian turun menjadi sekitar Rp60.000 per kilogram, namun kembali naik di angka Rp70.000 per kilogram pada akhir pekan ini.

Sementara itu, harga cabai merah besar juga mengalami penyesuaian dari sebelumnya Rp55.000 per kilogram menjadi Rp45.000 per kilogram. Di sisi lain, harga bawang merah relatif stabil di kisaran Rp32.000 hingga Rp35.000 per kilogram, sedangkan bawang putih cenderung bertahan di harga Rp38.000 per kilogram.

Komoditas sayuran lain seperti tomat dan kubis juga mengalami fluktuasi. Harga tomat yang sempat turun hingga Rp6.000 per kilogram kini kembali naik ke kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per kilogram. Adapun kubis mengalami penurunan dari Rp7.000 menjadi Rp5.000 per kilogram akibat melimpahnya pasokan dari daerah pegunungan.

Salah satu pedagang sayur di Pasar Pon Jombang, Noviati, mengatakan perubahan harga ini dipengaruhi oleh distribusi barang dari petani yang belum sepenuhnya normal setelah libur Lebaran.

“Sempat tersendat dua hari, karena libur Lebaran. Tapi Sekarang mulai lancar lagi, walaupun belum stabil, jadi harga ikut naik turun,” ujarnya, Sabtu, 28 Maret 2026.

Ia menambahkan, permintaan masyarakat juga mengalami perubahan setelah Lebaran. Konsumen cenderung mengurangi pembelian dalam jumlah besar dibandingkan saat menjelang hari raya.

“Kalau sebelum Lebaran orang beli banyak untuk stok, sekarang lebih seperlunya saja. Itu juga memengaruhi harga di pasar,” katanya.

Menurutnya, daya beli masyarakat pasca Lebaran cenderung menurun karena sebagian besar telah mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan selama hari raya. Hal ini membuat transaksi di pasar tidak seramai periode sebelum Lebaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....