Petani di Jombang Waspadai Lonjakan Hama Wereng dan Tikus

  • 27 Mar 2026 20:27 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang – Petani di Kabupaten Jombang mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan serangan hama wereng batang coklat dan tikus sawah.

Kondisi cuaca yang masih didominasi hujan serta tingginya kelembaban dinilai menjadi faktor utama yang memicu berkembangnya hama di lahan pertanian, khususnya pada tanaman padi yang baru memasuki fase awal pertumbuhan.

Sejumlah petani di wilayah Kecamatan Megaluh mengaku mulai menemukan tanda-tanda serangan hama di beberapa petak sawah mereka. Endah Mustofa, salah satu petani setempat, mengatakan bahwa kondisi ini sudah mulai terlihat sejak beberapa hari terakhir, terutama pada tanaman padi yang masih berusia dua bulan.

“Kalau sekarang memang mulai kelihatan gejalanya. Ada tanaman yang tiba-tiba layu dan menguning, kemungkinan besar kena wereng. Kalau tikus, biasanya mulai menyerang setelah lahan sempat tergenang air,” ujar Endah, Jumat, 27 Maret 2026.

Menurutnya, serangan tikus sawah menjadi ancaman serius karena dapat merusak tanaman secara cepat. Tikus biasanya memakan batang padi hingga menyebabkan tanaman roboh dan mati. Kondisi ini diperparah ketika terjadi perpindahan tikus dari lahan yang sebelumnya tergenang ke lahan yang baru ditanami.

Selain tikus, hama wereng batang coklat juga menjadi perhatian utama petani. Serangan wereng ditandai dengan perubahan warna daun menjadi kuning hingga coklat, kemudian tanaman mengalami kekeringan seperti terbakar atau yang dikenal sebagai “hopperburn”.

“Kalau tidak segera ditangai ya bisa gagal panen. Makanya tetep kita perawatan rutin untuk mencegah biar tidak semakin meluas,” jelasnya.

Kondisi ini dinilai sejalan dengan pola musim di Jawa Timur, di mana pada akhir Maret masih termasuk periode peralihan dari musim hujan ke kemarau. Pada fase ini, kelembaban udara masih tinggi dan suhu relatif hangat, sehingga menciptakan lingkungan ideal bagi perkembangan hama dan penyakit tanaman.

Endah menambahkan, upaya pencegahan sudah mulai dilakukan oleh petani secara mandiri, seperti membersihkan gulma, memasang jebakan tikus, serta melakukan pengamatan rutin di lahan.

“Kami biasanya gotong royong untuk pasang perangkap tikus dan membersihkan saluran air. Tapi kalau serangan wereng, perlu penanganan yang lebih tepat supaya tidak menyebar,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....