Perajin Ketupat dan Lepet di Jombang Alami Peningkatan Pesanan
- 26 Mar 2026 20:04 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang – Pesanan ketupat dan lepet di Kabupaten Jombang meningkat signifikan menjelang tradisi Lebaran Ketupat 2026. Kenaikan ini dirasakan para perajin di Kecamatan Peterongan, yang mulai kewalahan memenuhi lonjakan permintaan dalam beberapa hari terakhir.
Salah satu perajin, Ilyas, mengaku volume produksi meningkat drastis dibandingkan hari biasa. Jika sebelumnya produksi hanya berkisar 50–60 persen dari kapasitas, kini naik hingga 90 persen atau meningkat sekitar 40 persen.
“Sekarang pesanan naik cukup tajam. Biasanya tidak sampai segini, tapi menjelang Kupatan ini bisa naik sekitar 40 persen. Dalam sehari saya bisa membuat lepet sampai satu setengah kuintal, itu kurang lebih 4.000 biji. Ketupat juga kurang lebih sama jumlahnya,” ujar Ilyas, Kamis, 26 Maret 2026.
Ia menjelaskan, proses pembuatan ketupat dan lepet memerlukan ketelatenan, mulai dari pemilihan janur yang masih muda, proses penganyaman, hingga pengisian beras atau ketan. Untuk lepet, bahan utama berupa ketan yang dicampur kelapa dan dibungkus janur, kemudian direbus selama beberapa jam hingga matang.
“Yang paling lama itu di proses penganyaman sama perebusan. Kalau janurnya bagus, hasilnya juga rapi dan kuat. Itu yang dicari pembeli,” katanya.
Dari sisi harga, Ilyas menyebut tidak ada kenaikan signifikan, namun variasi ukuran memengaruhi harga jual. Lepet ukuran jumbo dijual Rp15.000 per ikat isi 10 biji, ukuran sedang Rp12.000, dan ukuran kecil Rp10.000. Sementara ketupat dijual Rp10.000 per ikat isi 10 biji untuk ukuran kecil, dan Rp12.000 untuk ukuran besar.
Meski harga relatif stabil, lonjakan permintaan membuat sistem pemesanan berubah. Banyak pembeli sudah memesan jauh hari untuk memastikan ketersediaan barang.
“Sekarang kebanyakan pesan dulu, tidak langsung beli di tempat. Kalau mendadak biasanya sudah kehabisan,” ucapnya.
Sementara itu, seorang pembeli, Sulastri, warga Peterongan, menilai tradisi Kupatan menjadi momen penting berkumpul bersama keluarga.
“Setiap tahun pasti beli. Tahun ini saya pesan sekitar 30 ikat ketupat dan 20 ikat lepet untuk keluarga besar. Memang harus pesan dari jauh hari supaya tidak kehabisan,” katany.
Para perajin memperkirakan peningkatan pesanan akan mencapai puncaknya dua hingga tiga hari sebelum Lebaran Ketupat. Mereka berharap ketersediaan bahan baku tetap terjaga agar produksi bisa berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....