Menjelang Lebaran Ketupat, Permintaan Janur Kelapa di Jombang Naik

  • 26 Mar 2026 19:51 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang — Permintaan janur kelapa di pasar tradisional Cukir, Kabupaten Jombang, mengalami peningkatan signifikan menjelang Lebaran Ketupat 2026. Kenaikan ini dipicu oleh kebutuhan masyarakat untuk membuat ketupat, yang menjadi tradisi utama pasca H+7 Idulfitri.

Pantauan di lapangan, Kamis, 26 Maret 2026, aktivitas jual beli janur terlihat lebih ramai. Para pedagang musiman mengaku permintaan mulai meningkat sejak dua hari terakhir.

Salah satu pedagang janur di Pasar Cukir, Iin Winarko, mengatakan bahwa dalam kondisi normal hanya mampu menjual sekitar 20 ikat janur per hari, namun kini bisa mencapai 100 hingga 120 ikat per hari.

“Biasanya sehari paling laku 20 sampai 30 ikat, sekarang bisa tembus sampai 100 lebih. Pembeli kebanyakan untuk persiapan bikin ketupat Lebaran Ketupat,” ujarnya.

Harga janur pun turut mengalami sedikit kenaikan. Jika sebelumnya dijual dengan harga Rp5.000 per ikat, kini naik menjadi Rp8.000 hingga Rp9.000 per ikat, tergantung kualitas dan panjang janur. Kenaikan harga ini dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan serta terbatasnya pasokan dari petani.

"Kalau yang sudah di anyam, ini per ikat isi 10 biji harganya Rp.30.000," jelasnya.

Menurut Iin, proses mendapatkan janur juga tidak mudah. Janur harus dipetik dari pohon kelapa dengan kriteria tertentu agar mudah dianyam. Setelah dipanen, janur kemudian dibersihkan dan diikat sebelum dijual ke pasar.

“Ambilnya harus yang masih muda supaya lentur. Setelah itu dirapikan, baru diikat per ikat. Kalau kualitas bagus, biasanya lebih cepat laku,” katanya.

Di sisi lain, salah satu pembeli, Halimah mengaku tetap membeli janur meski harganya naik. Ia menilai tradisi membuat ketupat bersama keluarga tidak bisa ditinggalkan.

“Harganya naik sedikit, tapi tetap beli karena ini sudah tradisi. Biasanya saya beli 10 sampai 15 ikat untuk kebutuhan keluarga,” ucapnya.

Namun demikian, Rina juga mengakui daya beli masyarakat sedikit terpengaruh. Ia memilih mengurangi jumlah pembelian dibandingkan tahun sebelumnya yang bisa mencapai 20 ikat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....