Nyepi dan Idul Fitri Berdekatan, Kediri Bicara Toleransi
- 10 Mar 2026 19:11 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Perayaan Hari Raya Nyepi tahun ini diperkirakan berlangsung berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Situasi tersebut dinilai menjadi momentum kuat untuk menunjukkan nilai toleransi antarumat beragama, khususnya di daerah dengan umat Hindu minoritas seperti Kediri, Jawa Timur.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Kediri, Yuliono, mengatakan Hari Raya Nyepi tahun baru Saka 1948 jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026. Ia menyebut Nyepi merupakan hari suci umat Hindu yang dirayakan dengan keheningan dan perenungan diri.
“Berbeda dengan perayaan tahun baru pada umumnya yang identik dengan kemeriahan, Nyepi justru dirayakan dengan keheningan dan introspeksi diri,” kata Yuliono dalam program dialog di Radio Republik Indonesia Kediri, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, pelaksanaan Nyepi di Kediri memiliki penyesuaian tersendiri dibandingkan dengan di Bali yang mayoritas penduduknya beragama Hindu. Di Bali, aktivitas publik seperti penerbangan hingga penggunaan lampu dihentikan selama Nyepi.
“Kalau di Kediri tentu berbeda karena umat Hindu minoritas. Kami sudah terbiasa menyesuaikan sekaligus tetap menghormati aktivitas masyarakat lainnya,” ujarnya.
Menjelang Nyepi, umat Hindu menjalankan puasa selama 24 jam dengan menjalankan Catur Brata Penyepian, yaitu tidak menyalakan api, tidak bekerja, tidak bepergian, serta membatasi aktivitas hiburan dan penggunaan perangkat elektronik.
Ia berharap momentum Nyepi tahun ini dapat memperkuat semangat kebersamaan dan saling menghormati antarumat beragama di tengah masyarakat.
“Melalui Nyepi kita memulai lembaran kehidupan baru dengan hati yang bersih, saling memaafkan, mempererat persaudaraan, dan membangun kehidupan yang lebih baik,” kata Yuliono.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....