Ramadan sebagai Madrasah untuk Gelorakan Toleransi
- 09 Mar 2026 16:16 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Umat muslim sepatutnya menjadikan bulan ramadan sebagai madrasah untuk sarana pembelajaran bagaimana menggelorakan semangat toleransi. Hal ini disampaikan oleh Ustaz Mohamad Lutfi Ansori, Khodim Pondok Pesantren Darussalam, Karangtengah, Brumbung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, dalam Mutiara Pagi RRI Kediri edisi Senin, 9 Maret 2026.
“Jauh-jauh hari sebelum ramadan tiba, saat rajab dan syaban, semua berlomba melangitkan doa agar dipertemukan dengan bulan ramadan,” kata Ustaz Lutfi seraya bertanya lantas apa yang dilakukan manakala permohonan dikabulkan oleh Allah SWT. “Ramadan adalah madrasah dimana tempat terbentuknya fisik, habit, hingga nilai-nilai spiritual manusia.”
Menurut Ustaz Lutfi, salah satu poin penting yang harus diperhatikan ketika menjalani puasa di bulan suci ramadan adalah terciptanya iklim toleransi. “Toleransi yang benar dan berkualitas tetap harus diwujudkan saat ramadan tiba,” ujarnya, Senin pagi. “Ini dikarenakan kita berada di negara yang terdiri dari berbagai macam suku, agama, dan ras.”
“Tapi ingat, toleransi tetap ada batasannya. Toleransi yang tidak pada tempatnya akan membawa kita ke pluralisme, yaitu menganggap semua agama sama saja,” ucap Ustaz Lutfi. “Kita tetap harus berkeyakinan pada aqidah keislaman. Tujuan kita bertoleransi supaya kita dapat memahami dan menerima perbedaan. Yang paling utama tetap ketakwaan di sisi Allah.”
Di akhir segmen, Ustaz Lutfi mengajak masyarakat untuk menumbuhkan rasa kasih sayang kepada sesama manusia. “Melalui rasa lapar dan dahaga, menahan emosi dan hawa nafsu, kita dilatih untuk merasakan empati. Implementasinya melalui bagaimana menumbuhkan kesalehan sosial seperti berbagi dan bersedekah menjelang berakhirnya ramadan.”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....