Belasan Ogoh-ogoh Meriahkan Caka Fest 2026
- 08 Mar 2026 20:57 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Belasan Ogoh-ogoh memeriahkan agenda Caka Fest 2026 di Museum Sri Aji Joyoboyo, Kabupaten Kediri, Minggu, 8 Maret 2026.
Diketahui, sebanyak 15 ogoh-ogoh yang dipamerkan berasal dari berbagai kecamatan, di antaranya Kayen Kidul, Papar, Tarokan, Ngadiluwih, Kandangan, dan sejumlah wilayah lain.
Ketua Pelaksana Caka Fest, Maden, mengemukakan, bahwa festival ini berasal dari kata 'Saka' yang berarti tahun baru, dan 'Fest' yang berarti festival."Arti keseluruhan dari Saka Fest ini adalah festival tahun baru dari umat Hindu," kata Maden.
Ia menyebutkan, bahwa pelaksanaan tahun ini sengaja dipusatkan di Museum Kabupaten Kediri dengan tujuan memperkenalkan potensi wisata budaya kepada masyarakat luas.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kediri, melalui Sekretaris Disbudpar Kabupaten Kediri, Patarina mengatakan, Caka Fest 2026 ini menjadi bukti adanya perpaduan budaya Jawa dan semangat toleransi. Festival budaya yang memasuki tahun ketiga itu, juga satu rangkaian menyambut Tahun Baru Saka dan Hari Raya Nyepi.
Menurut Patarina, hal ini sekaligus menampilkan kreativitas pemuda Hindu dengan mengangkat tema budaya Jawa serta semangat toleransi antarumat beragama di tengah bulan Ramadan.
"Agenda ini diawali dengan pameran ogoh-ogoh sejak pukul 08.00 hingga 14.00 WIB. Setelah itu dilanjutkan dengan proses penilaian oleh tim juri, sebelum parade dan pertunjukan ogoh-ogoh digelar pada sore hingga malam hari," kata Patarina.
Terkait tim juri, ungkap Patarina, didatangkan dari luar wilayah Kediri guna menjaga objektivitas penilaian. Bahkan beberapa di antaranya berasal dari unsur dinas kebudayaan serta perwakilan dari daerah Malang dan Tengger. Ada beberapa aspek menjadi pertimbangan utama, di antaranya kreativitas, tema, serta cerita yang diangkat oleh masing-masing ogoh-ogoh.
"Masing-masing ogoh-ogoh memiliki cerita masing-masing. Setelah penilaian, pada acara pembukaan setiap ogoh-ogoh akan ditampilkan sekaligus menceritakan kisah atau cerita yang diangkat," ujarnya.
Patarina menambahkan, pada tahun sebelumnya kegiatan ini digabung dengan ritual Tawur Agung Kesanga yang digelar di Tugu Garuda Pare. Namun karena antusiasme pemuda Hindu di Kabupaten Kediri yang semakin besar, konsep kegiatan ini akhirnya dipisahkan.
"Alasan lain agar kegiatan ini tidak terlalu berdampak pada kemacetan di jalan raya," ungkapnya.
Walau begitu, pelaksanaan Tawur Agung Kesanga tetap digelar di Tugu Garuda Pare. Dalam kegiatan tersebut akan dihadirkan beberapa ogoh-ogoh sebagai bagian dari rangkaian seremonial menjelang perayaan Nyepi.
"Untuk Tawur Agung tetap kita laksanakan di Tugu Garuda Pare, tapi nanti dihadirkan tiga ogoh-ogoh di sana sebagai bagian dari kegiatan seremonial menjelang perayaan," ucapnya.
Di tempat sama, Ketua PHDI Kabupaten Kediri, Yuliono, menyatakan, bahwa konsep kegiatan juga disesuaikan dengan situasi bulan Ramadan agar tetap menghormati umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa.
"Hal ini diambil setelah dilakukan koordinasi bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kediri. Tujuannya, saling menghargai antarumat beragama," katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....