Satgas Pangan Mabes Polri Pastikan Stok Bahan Pokok Aman
- 04 Mar 2026 22:12 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Satuan Tugas (Satgas) Pangan Mabes Polri bersama sejumlah instansi memastikan stok bahan pokok di Kabupaten Kediri dan sekitarnya aman.
Keyakinan ini disampaikan usai tim gabungan melakukan pemantauan bahan pokok (bapok) di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada Rabu, 4 Maret 2026.
"Secara umum, stok pangan dinyatakan aman dan harga relatif terkendali, meski komoditas cabai rawit merah masih berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP)," kata Kepala Posko Satgas Saber Pelanggaran Pangan Mabes Polri, Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho.
Brigjen Pol Zain menyatakan, monitoring dilakukan oleh tim gabungan dari Satgas Pangan Pusat Bareskrim Polri, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Satgas Pangan Polda Jawa Timur, Korem. Selain itu, juga Satgas Pangan Polres Kediri dan dinas terkait, serta perwakilan asosiasi petani dan pengelola pasar.
"Hari ini pemantauan dimulai dari Pasar Pahing, kemudian dilanjutkan ke sentra produksi cabai di Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri," ucapnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ungkapnya, untuk komoditas pangan stoknya cukup aman. Harga sebagian besar masih sesuai HET maupun HAP.
"Hanya cabai rawit merah yang masih agak di atas HAP," kata Brigjen Pol Zain.
Di Pasar Pahing, sebut Brigjen Pol Zain, harga cabai rawit merah tercatat berkisar Rp90.000 hingga Rp100.000 per kilogram. Sementara di tingkat petani, harga berada di kisaran Rp75.000 hingga Rp80.000 per kilogram.
"Kenaikan harga dipengaruhi curah hujan tinggi dan serangan hama yang menyebabkan sebagian petani gagal panen, terutama di daerah rendah yang terdampak genangan air sejak masa tanam September lalu," katanya.
Ia merinci, memang produksi menurun, sedangkan menjelang puasa dan Idul Fitri permintaan meningkat. Dengan begitu, berlaku hukum pasar.
"Ketika pasokan terbatas harga terdorong naik," ungkapnya.
Meski demikian, ia memastikan pemerintah telah melakukan sejumlah langkah stabilisasi, termasuk fasilitasi distribusi pangan oleh Bapanas untuk membantu ongkos kirim dari daerah surplus ke daerah defisit.
Kemudian, imbuhnya, dari hasil pengecekan, distribusi komoditas lintas daerah masih berjalan. Bawang merah, misalnya, didatangkan dari Padang, Nganjuk, Brebes, hingga Bima (NTB). Sedangkan cabai rawit masuk dari Muntilan, Temanggung, dan Mojokerto.
"Para pedagang sudah saling terkoneksi antarwilayah. Jika satu daerah kekurangan stok, pasokan digeser dari daerah lain. Namun karena produksi sedang turun, pasokan tetap terbatas," kata Brigjen Pol Zain.
Ia melanjutkan, di Jawa Timur, termasuk Kediri, merupakan salah satu sentra produksi cabai yang turut menyuplai kebutuhan luar daerah. Seperti Jakarta, Cikarang, Tanah Tinggi, hingga Bogor.
"Terkait kemungkinan adanya permainan harga, Satgas Pangan menegaskan akan menelusuri penyebab kenaikan sebelum mengambil langkah hukum," ujarnya.
Ia mengimbau, pedagang tidak menaikkan harga secara tidak wajar di atas HET atau HAP yang telah ditetapkan pemerintah. Masyarakat juga diminta tidak panik dan dapat melaporkan dugaan penimbunan melalui hotline pengaduan Satgas Pangan Pusat.
"Saat ini, kami tidak hanya melihat dari sisi harga, tetapi juga penyebabnya. Jika ada indikasi penimbunan atau pelanggaran, tentu akan kami tindak sesuai aturan yang berlaku," kata Brigjen Pol Zain.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....