Siswa Driyorejo Kampanyekan Bahaya Mikroplastik Sekolah

  • 03 Mar 2026 22:13 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri: Sekelompok pelajar SMAN 1 Driyorejo yang tergabung dalam Jawa Timur Youth Changemaker Academy (JAYCA) memelopori kampanye pengurangan plastik sekali pakai. Mereka terpilih sebagai pemimpin perubahan karena keberanian berpikir kritis dalam menghadapi masalah polusi di sekolah.

Inisiatif ini diperkuat dengan edukasi mendalam mengenai bahaya mikroplastik yang kini mulai mengancam kesehatan generasi muda Indonesia. "Dalam rangkaian program ini, siswa terlibat aktif dalam penelitian mikroplastik di sekolah serta produksi konten edukasi berbasis kecerdasan buatan (AI). Mereka bertindak sebagai pionir yang memberi contoh nyata dengan konsisten membawa botol minum atau tumbler sendiri setiap hari," kata Koordinator Tim JAYCA, Krisna Wahyu Sahaja, Selasa, 03 Maret 2026.

Ia menyatakan bahwa mengubah perilaku generasi Z harus dimulai dari pemahaman terhadap ancaman nyata mikroplastik.

Penelitian lapangan yang dilakukan siswa menunjukkan adanya berbagai fragmen dan serat mikroplastik yang tersebar di lingkungan sekitar. Temuan ini menjadi dasar bagi sekolah untuk menetapkan kebijakan baru yang lebih tegas terkait pembatasan plastik sekali pakai.

"Dukungan penuh diberikan oleh ECOTON yang menekankan pentingnya riset partisipasi publik dalam melakukan advokasi kebijakan lingkungan yang efektif," tambahnya.

Kepala Sekolah SMAN 1 Driyorejo Kabupaten Gresik, Alif Hanifah menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari pembentukan budaya 'bawa wadah guna ulang' secara digital dan fisik. Sekolah berkomitmen menghapus penggunaan kantong plastik, terutama di area kantin, guna menciptakan lingkungan yang bersih dari sampah plastik.

Alif menyatakan bahwa dengan kebijakan ini, SMAN 1 Driyorejo berupaya membuktikan bahwa sekolah dapat menjadi titik awal perubahan sosial yang signifikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....