Cuaca Ekstrem Picu Inflasi Kota Kediri pada Februari 2026
- 03 Mar 2026 15:30 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Cuaca ekstrem diyakini memicu inflasi Kota Kediri pada bulan Februari 2026. Hal ini tampak dalam hasil survei Indeks Harga Konsumen (IHK) Bulan Februari 2026, yang mana inflasi Kota Kediri month-to-month (m-to-m) sebesar 0,87 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, Emil Wahyudiono, menjelaskan, inflasi month-to-month (m-to-m) sebesar 0,87 persen lebih rendah dibanding yang terjadi di Jawa Timur yakni 0,95 persen akan tetapi berada di atas inflasi nasional yakni 0,68 persen. "Performa inflasi ini turut dipengaruhi fluktuasi harga beberapa komoditas, di antaranya penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi pada 1 Februari 2026, antara lain kenaikan harga cabai rawit dan cabai merah akibat keterbatasan pasokan akibat pengaruh cuaca ekstrem, daging ayam ras dan telur ayam ras juga mengalami kenaikan harga akibat tingginya permintaan menjelang awal bulan puasa," kata Emil Wahyudiono, dalam keterangannya, Selasa, 3 Maret 2026.
Namun sebaliknya, ucap Emil, tarif angkutan udara mengalami penurunan harga setelah sempat meroket pada Desember 2025. Sementara itu, harga emas perhiasan masih bertengger di puncak sebagai dampak dari kondisi perekonomian global dan konflik geopolitik.
"Pada kesempatan ini, ada beberapa komoditas yang menjadi pendorong inflasi m-to-m Kota Kediri, sebagai berikut cabai rawit memberikan andil sebesar 0,32 persen; daging ayam ras 0,17 persen; emas perhiasan 0,16 persen; telur ayam ras 0,06 persen," katanya.
Selain itu, imbuh Emil, kontribusi bawang merah terhadap inflasi 0,05 persen; cabai merah 0,04 persen; pisang, semangka, Sigaret Kretek Mesin (SKM) 0,03 persen; dan beras 0,02 persen. Adapun, komoditas yang menjadi penahan inflasi, bensin deflasi sebesar -0,05 persen; kelapa -0,02 persen; minyak goreng, kangkung, angkutan udara, jeruk, alpukat, kembang kol, wortel, dan apel -0,01 persen.
"Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga pada Bulan Maret, kami mengimbau beberapa hal yang perlu diwaspadai serta sebagai masukan bagi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri. Khususnya, beras, daging ayam ras, telur ayam ras, dan komoditas bahan pangan lainnya selama bulan Ramadan hingga menjelang Idul Fitri yang biasanya akan terjadi kenaikan permintaan pada momen ini," katanya.
Tak hanya itu, ia juga mewaspadai terhadap harga BBM yang kemungkinan akan mengalami penyesuaian harga mengingat konflik geopolitik sangat berpengaruh terhadap harga minyak dunia. Situasi tersebut akan berpengaruh terhadap harga emas perhiasan yang kemungkinan akan mengalami kenaikan.
"Di samping itu, pada momentum Idul Fitri harga tarif transportasi umum juga memungkinkan mengalami penyesuaian harga sebagai efek dari ada atau tidaknya intervensi pemerintah melalui kebijakan tarif angkutan umum," katanya.
Terpisah, Bambang Tri Lasmono, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Kota Kediri sekaligus selaku Sekretaris Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menyatakan, bahwa menyikapi tingginya harga cabai rawit saat ini, disebabkan karena faktor cuaca. "Untuk pengendalian inflasi di bulan Ramadhan dan jelang Idul Fitri, TPID Kota Kediri mengambil beberapa langkah strategis melalui High Level Meeting (HLM) yang di pimpin langsung oleh Wali Kota untuk dapat mengidentifikasi dalam menyusun kebijakan pengendalian inflasi, salah satunya pengendalian harga cabai rawit, sebagai upaya pengendalian harga komoditas bahan pangan TPID juga melakukan intervensi dengan menggelar Gerakan Pangan Murah secara rutin di pasar," katanya.
Ia berharap, sebagai upaya intervensi agar dapat menstabilkan harga komoditas sehingga inflasi Kota Kediri terkendali. Pihaknya turut mengimbau kepada masyarakat agar tetap berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan serta tidak panic buying mengingat saat mendekati hari raya Idhul Fitri kebutuhan masyarakat cenderung mengalami peningkatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....