Populasi Alpukat Wonosalam Didominasi Varietas Unggul

  • 28 Feb 2026 19:49 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang - Perkembangan budidaya alpukat di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, menunjukkan peningkatan signifikan dengan dominasi varietas unggul yang kini semakin banyak ditanam petani. Kondisi tersebut menandai pergeseran pola tanam dari alpukat lokal menuju komoditas bernilai ekonomi lebih tinggi.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Wonosalam, Adib Taufani, mengatakan varietas miki yang secara administratif terdaftar dengan nama cimpedak, menjadi jenis alpukat unggul dengan populasi terbanyak di wilayah tersebut. Varietas ini dinilai memiliki produktivitas serta nilai jual yang lebih stabil di pasaran.

“Untuk kategori varietas unggul yang sudah terdaftar, populasi paling dominan saat ini adalah miki atau cimpedak,” ujar Adib, Sabtu, 28 Februari 2026.

Ia menjelaskan, penyebutan miki lebih dikenal oleh petani maupun konsumen, sementara nama cimpedak digunakan dalam dokumen sertifikasi resmi varietas tanaman. Berdasarkan hasil pendataan lapangan, urutan populasi alpukat varietas di Wonosalam dari jumlah terbesar meliputi Miki/Cimpedak, Aligator, Kendil atau Hawaii atau Markus, Hass, RV, Kelud, hingga SAB 032.

Meski demikian, secara keseluruhan alpukat lokal yang ditanam dari biji masih mendominasi jumlah tanaman di Wonosalam. Namun dalam kategori varietas unggulan yang memiliki standar budidaya dan nilai komersial lebih tinggi, jenis miki tetap berada di posisi teratas.

“Secara total memang alpukat lokal masih paling banyak karena ditanam dari biji sejak lama. Tetapi kalau dihitung khusus varietas unggul, miki menjadi yang paling mendominasi,” ujarnya.

Dari sisi persebaran wilayah, Desa Sambirejo tercatat sebagai sentra produksi alpukat terbesar di kawasan lereng Gunung Anjasmoro dengan total populasi mencapai 48.921 batang. Wilayah tersebut menjadi penopang utama produksi alpukat Wonosalam yang selama ini dikenal sebagai kawasan hortikultura unggulan di Jombang.

Sementara itu, petani alpukat asal Jombang, Riyadi, menyebut peningkatan minat terhadap varietas unggul memberikan peluang ekonomi baru bagi petani. “Permintaan pasar untuk alpukat premium sekarang terus meningkat karena kualitas buah dinilai lebih konsisten,” ucapnya.

Perbedaan varietas juga diketahui memengaruhi nilai jual di tingkat petani. Alpukat premium jenis miki mampu dijual hingga Rp35.000 per kilogram.

“Kalau yang lokal kisaran Rp15.000 sampai Rp20.000 per kilogram, tergantung kualitas buah dan musim panen,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....