Diskusi Buku Bedah Sejarah Kelahiran Soekarno di Jombang
- 28 Feb 2026 19:35 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang — Diskusi buku yang digelar di Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari Tebuireng, Jombang, menjadi ruang akademik untuk mendorong rekonstruksi sejarah terkait lokasi kelahiran Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, pada Sabtu sore, 28 Februari 2026. Forum tersebut menghadirkan kajian berbasis riset guna memperkuat kembali posisi Jombang dalam narasi historiografi nasional, serta diikuti sekitar 70 peserta dari berbagai latar belakang. Mulai kalangan akademisi, santri, komunitas literasi, hingga masyarakat umum.
Diskusi menghadirkan dua penulis, yakni Gus Binhad Nurrohmat melalui buku Titik Nol Soekarno 1902 serta Ach. Faisol lewat karyanya Menemukan Bung Karno di Jombang, yang sama-sama mengulas jejak awal kehidupan Soekarno. Dalam pemaparannya, Gus Binhad menyampaikan bahwa hasil penelitiannya menunjukkan indikasi kuat bahwa Soekarno dilahirkan di wilayah Ploso, tepatnya di Gang Buntu, Desa Rejoagung, pada 6 Juni 1902.
Ia menegaskan simpulan tersebut dibangun berdasarkan sejumlah arsip historis yang dapat ditelusuri dan diuji secara akademis. “Kesimpulan ini bukan sekadar pendapat pribadi. Data dan dokumen pendukungnya dapat diperiksa serta dipertanggungjawabkan,” ujar Gus Binhad.
Ia menjelaskan salah satu bukti penting berasal dari dokumen administrasi pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB) yang mencatat tanggal lahir Soekarno. Selain itu, terdapat pula catatan keluarga yang ditulis langsung oleh ayah Soekarno, Raden Soekarni.
Pada masa itu, Raden Soekarni diketahui sedang menjalankan tugas sebagai mantri guru di sekolah Ongko Loro di wilayah Ploso, sebagaimana tercantum dalam dokumen penugasan pemerintah kolonial Belanda tertanggal Desember 1901.
Selain arsip tertulis, Gus Binhad menilai kesaksian sejarah lisan masyarakat juga memiliki peran penting dalam melengkapi rekonstruksi peristiwa masa lalu. Menurutnya, ingatan kolektif warga Ploso mengenai keberadaan keluarga Soekarno masih terjaga hingga kini.
Sementara itu, Ach. Faisol menekankan bahwa penelusuran sejarah Soekarno di Jombang tidak hanya berkaitan dengan aspek administratif, tetapi juga lingkungan sosial dan budaya yang membentuk perjalanan awal tokoh tersebut.
“Sejarah tidak semata tersimpan dalam arsip resmi, tetapi juga hidup melalui cerita dan pengalaman masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi,” kata Faisol.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....