Tips Puasa Sehat bagi Penderita GERD

  • 27 Feb 2026 11:14 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri: Penderita Gastroesophageal Reflux Disease atau GERD perlu memahami perbedaan kondisi mereka dengan sakit mag biasa agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman. Dokter Umum Puskesmas Badas, dr. Moh. Rom Rawi Sholeh, menjelaskan bahwa GERD terjadi karena kembalinya isi lambung menuju mulut yang sering kali menimbulkan sensasi dada terasa terbakar dan mulut terasa pahit.

"GERD itu gastro itu lambung, esofael itu saluran ke lambung, jadi penyakit yang disebabkan kembalinya isi lambung menuju mulut," ujar dr. Rom Rawi Sholeh saat memaparkan gejala spesifik penyakit tersebut kepada RRI, Jumat, 27 Februari 2026.

Ia memaparkan strategi saat sahur dan berbuka menjadi kunci utama bagi penderita GERD agar asam lambung tidak mengalami lonjakan drastis. Saat sahur, pasien sangat dianjurkan untuk menghindari makanan pedas maupun asam, serta membatasi konsumsi kopi.

Sementara untuk berbuka, disarankan memulainya dengan kurma dan air putih, serta menghindari makan berat dalam porsi besar sekaligus agar lambung tidak kaget. "Dibuka dulu dengan kurma, minum air putih boleh minuman manis tapi hanya sedikit agar asam tidak alami lonjakan," katanya.

Selain pola makan, lanjutnya, kebiasaan setelah makan juga sangat memengaruhi stabilitas asam lambung. Penderita GERD sangat dilarang untuk langsung rebahan atau tidur setelah sahur karena aktivitas tersebut merupakan pemicu utama naiknya asam lambung.

Jika memang ingin beristirahat kembali, jeda waktu yang dianggap aman adalah satu jam setelah makan, atau bisa dilakukan dengan posisi menyender di mana kepala harus lebih tinggi dari perut. Apabila terjadi serangan GERD yang parah di siang hari, dr. Rom Rawi Sholeh menyarankan agar penderita tidak memaksakan diri dan segera membatalkan puasanya.

Hal ini penting dilakukan untuk mencegah indikasi medis yang lebih buruk melalui penanganan cepat dengan obat-obatan atau mengonsumsi makanan penawar seperti madu dan yogurt. "Harus batal puasa, kalau tidak diatasi malah semakin buruk karena kalau tidak segera ditangani bisa menyebabkan indikasi," katanya.

dr. Sholeh menegaskan, disiplin dalam mengikuti anjuran medis dan menjaga pola istirahat merupakan fondasi kesehatan selama bulan Ramadan. Masyarakat diingatkan untuk memegang prinsip berhenti makan sebelum kenyang dan rutin mengonsumsi obat sesuai instruksi dokter.

Dengan menjaga keseimbangan antara ibadah dan kesehatan, penderita GERD diharapkan dapat menyelesaikan puasa dengan nyaman tanpa dihantui rasa sakit yang mengganggu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....