Pemdes Karangrejo Pemdes Buka Suara Soal Lahan RS di Kediri

  • 26 Feb 2026 15:44 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Desa Karangrejo angkat bicara soal penggunaan tanah kas desa (TKD) yang disewa pihak RS Aura Syifa dan kini dikaitkan dengan isu tempat penampungan sementara (TPS).

Sekretaris Desa Karangrejo, Fajar Lutfi, mengatakan lahan seluas sekitar 200 ru tersebut memang disewakan kepada manajemen rumah sakit. Namun, sesuai perjanjian awal, lahan itu diperuntukkan sebagai area parkir kendaraan.

“Dalam kesepakatan, lahan tersebut disewa untuk parkir. Jika saat ini digunakan untuk penampungan sampah, kami belum mengetahui secara detail,” ujar Fajar, Kamis 26 Februari 2026.

Menurutnya, lahan tersebut sebelumnya berupa area persawahan yang kemudian dialihfungsikan menjadi parkir setelah disewa. Kerja sama sewa disebut telah berjalan cukup lama, bahkan sebelum dirinya menjabat sebagai sekretaris desa pada 2018.

Ia menambahkan, proses penyewaan diyakini telah melalui mekanisme yang berlaku, termasuk musyawarah desa. Adapun nilai sewa disebut menyesuaikan harga pasaran dan masuk ke kas desa. “Untuk detail nominal dan administrasi lengkap berada di kewenangan kepala desa,” katanya.

Sementara itu, pihak manajemen RS Aura Syifa belum memberikan keterangan resmi. Perwakilan keamanan rumah sakit, Andri Yulianto, menyampaikan manajemen berencana menggelar konferensi pers untuk menjelaskan persoalan tersebut.

Ia juga menyebut petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama instansi terkait telah melakukan pengecekan di lokasi yang dikeluhkan warga. “Dari informasi yang kami terima, hasil pengecekan menyatakan tidak ditemukan pencemaran lingkungan,” ujar Andri.

Sebelumnya, sejumlah warga melaporkan adanya bau tidak sedap yang diduga berasal dari area rumah sakit. Perwakilan warga, Suhendro, menyebut keluhan itu sudah dirasakan dalam beberapa tahun terakhir dan dinilai mengganggu kenyamanan.

"Warga mengaku sudah merasakan aroma tidak sedap ini selama tiga tahun, dan pada saat ini ada sejumlah warga yang kesehatannya terganggu. Seperti terkena batuk berkepanjangan dan menderita sesak nafas," kata Suhendro.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....