Mitigasi Banjir, Pemkab Jombang Intensifkan Normalisasi Saluran Irigasi

  • 23 Feb 2026 20:44 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang - Pemerintah Kabupaten Jombang mengintensifkan normalisasi saluran irigasi sebagai langkah mitigasi banjir di sejumlah wilayah rawan genangan. Upaya ini dilakukan melalui pengerukan sedimentasi dan perbaikan jaringan irigasi guna mengembalikan kapasitas aliran air, terutama saat curah hujan meningkat.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), sebanyak 55 titik saluran telah dinormalisasi dengan total panjang mencapai 82.354 meter.

Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Bustomi, mengatakan percepatan normalisasi difokuskan pada saluran yang mengalami pendangkalan akibat endapan lumpur dan sampah.

“Kami memprioritaskan titik-titik yang kapasitas alirannya menurun karena sedimentasi. Jika tidak segera ditangani, kondisi itu berpotensi memicu luapan saat hujan deras,” ujarnya, Senin, 23 Februari 2026.

Salah satu lokasi yang telah dikerjakan berada di Saluran Sekunder Menganto, Desa Tugu Sumberejo, Kecamatan Peterongan. Di lokasi tersebut, pengerukan dilakukan sepanjang 600 meter menggunakan alat berat untuk mengangkat endapan yang menghambat aliran air.

Menurut Bustomi, fungsi irigasi tidak hanya berkaitan dengan pertanian, tetapi juga berperan dalam sistem drainase kawasan.

“Normalisasi ini bertujuan ganda, yakni menekan risiko banjir sekaligus memastikan pasokan air ke lahan pertanian tetap terdistribusi dengan baik,” jelasnya.

Selain penanganan saluran, pemerintah daerah juga menyelesaikan rehabilitasi empat unit bendung. Perbaikan difokuskan pada penguatan struktur, penanganan retakan dan kebocoran, serta optimalisasi pintu air agar pengaturan debit lebih stabil, khususnya saat musim tanam.

Ia menegaskan, pemeliharaan infrastruktur sumber daya air akan terus dilakukan secara bertahap guna menjaga daya dukung wilayah terhadap perubahan cuaca ekstrem.

“Upaya ini kami arahkan untuk menjaga ketahanan wilayah, baik dari sisi perlindungan banjir maupun keberlanjutan sektor pertanian,” katanya.

Dengan intensifikasi normalisasi tersebut, Pemkab Jombang berharap risiko genangan musiman dapat ditekan serta produktivitas pertanian tetap terjaga di tengah dinamika cuaca.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....