JULEHA Jombang Soroti Peredaran Daging dari Luar Daerah

  • 21 Feb 2026 18:18 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang - Dewan Pimpinan Daerah Juru Sembelih Halal (JULEHA) Jombang menyoroti maraknya peredaran daging sapi dari luar daerah yang masuk ke pasar-pasar lokal. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada persaingan harga sekaligus memunculkan kekhawatiran terkait pengawasan mutu dan proses pemotongan hewan.

Ketua DPD JULEHA Jombang, Sholahuddin, menyatakan bahwa arus pasokan daging dari luar wilayah, termasuk dari Krian, membuat pelaku usaha lokal menghadapi tekanan harga yang cukup berat.

“Ketika suplai dari luar semakin banyak, otomatis harga menjadi sangat kompetitif. Situasi ini bisa memicu praktik-praktik yang tidak sesuai ketentuan karena pelaku usaha berusaha menekan kerugian,” ujarnya, Sabtu, 21 Februari 2026.

Ia mengingatkan adanya dugaan praktik glonggongan, yakni pemberian minum berlebihan pada sapi sebelum ditimbang untuk menambah bobot sementara.

“Cara seperti itu jelas merugikan konsumen. Kualitas daging bisa menurun dan secara prinsip tidak sejalan dengan standar kesehatan maupun etika penyembelihan,” ucapnya dengan tegas.

Selain persoalan teknis di tingkat ternak, JULEHA juga menyoroti tata kelola administrasi di Rumah Potong Hewan (RPH). Sholahuddin menilai sistem kupon retribusi perlu diawasi lebih ketat agar tidak dimanfaatkan secara tidak semestinya.

“Kupon RPH adalah bukti bahwa proses pemotongan berlangsung di fasilitas resmi dan sesuai prosedur. Dokumen itu menjadi dasar distribusi daging ke pasar milik pemerintah,” jelasnya.

Namun, di lapangan ditemukan indikasi pemotongan dilakukan di luar RPH, sementara kupon tetap digunakan sebagai syarat administrasi. Menurutnya, praktik tersebut berpotensi melemahkan fungsi pengawasan.

“Jika hewan sudah dipotong di luar lalu hanya dibawa ke RPH untuk tahap lanjutan, maka kontrol terhadap kondisi hewan saat disembelih menjadi tidak optimal. Ini yang perlu kita benahi bersama,” katanya.

Ia menekankan bahwa RPH seharusnya menjadi titik kendali utama untuk memastikan standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH), benar-benar diterapkan sebelum daging beredar di pasaran.

Menjelang peningkatan kebutuhan daging di momen Ramadan 1447 H ini, JULEHA Jombang juga mendorong penguatan pengawasan, baik terhadap distribusi dari luar daerah maupun praktik pemotongan di lingkungan nonresmi.

“Kami berharap ada sinergi antara pemerintah daerah, pengelola RPH, dan pelaku usaha. Tujuannya sederhana, yakni memastikan masyarakat memperoleh daging yang layak konsumsi dan sesuai ketentuan syariat,” ucap Sholahuddin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....