HPSN 2026, Kemenag Jombang Dorong Kesadaran Lingkungan

  • 20 Feb 2026 15:22 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang – Momentum Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang perkuat kesadaran lingkungan berbasis nilai keagamaan. Hal tersebut digaungkan melalui forum diskusi bertajuk “Green Deen: Menyelaraskan Iman dengan Etika Lingkungan Hidup”, pada Jumat, 20 Februari 2026, di Aula Muhajirin Kemenag Jombang.

Kegiatan yang berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang serta berbagai unsur pendidikan dan komunitas ini bertujuan untuk mengajak masyarakat memaknai kepedulian terhadap sampah dan kelestarian alam sebagai bagian dari praktik keimanan. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jombang, Muhajir, menjelaskan bahwa konsep Green Deen menempatkan ajaran agama sebagai landasan moral dalam menjaga bumi.

“Istilah Green Deen itu dapat dipahami sebagai wujud keberagamaan yang berpihak pada kelestarian alam. Pada hakikatnya, nilai ketakwaan mengajarkan kita untuk tidak merusak bumi yang telah diamanahkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, peringatan HPSN seharusnya menjadi momen evaluasi sederhana namun mendasar bagi setiap individu. “Upaya menjaga lingkungan sejatinya selaras dengan tuntunan agama. Apalagi dalam program prioritas Kementerian Agama terdapat penguatan ekoteologi,” katanya.

Muhajir juga menegaskan bahwa persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, melainkan kolaborasi seluruh lapisan masyarakat. “Kepedulian terhadap lingkungan tidak bisa dibebankan kepada satu instansi saja. Ini tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Harapannya, kesadaran ini terus tumbuh dan meluas,” ujarnya.

Di kesempatan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang, Miftahul Ulum, turut menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Kemenag Jombang. Ia menilai keterlibatan institusi keagamaan memperluas jangkauan edukasi lingkungan.

“Kami melihat peran Kemenag cukup progresif dalam gerakan peduli lingkungan. Bahkan sejumlah programnya sangat konkret dan konsisten,” ucapnya.

Sementara itu, pegiat lingkungan Maftuhah Mustiqowati menekankan pentingnya implementasi nyata dari konsep ekoteologi. “Nilai-nilai ekoteologi tidak boleh berhenti sebagai wacana. Ia harus diterjemahkan dalam tindakan sehari-hari, mulai dari rumah, sekolah, hingga tempat ibadah,” ujarnya, menegaskan.

Rangkaian kegiatan HPSN di lingkungan Kemenag Jombang juga diisi dengan program penukaran sampah dengan kebutuhan pokok serta dukungan sarana kebersihan untuk rumah ibadah. Melalui pendekatan tersebut, Kemenag Jombang berharap nilai religiusitas dan kepedulian ekologis berjalan beriringan, sehingga kesadaran menjaga lingkungan tidak berhenti pada peringatan tahunan, melainkan menjadi kebiasaan kolektif masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....