Maknai Tarhib Sebagai Kesiapan Sambut Ramadan

  • 14 Feb 2026 07:03 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri: Kurang dari satu minggu lagi umat Muslim akan kembali dipertemukan dengan bulan suci Ramadan. Akademisi Universitas STRADA Indonesia, M. As'ad Efendy, Ph.D, FISQua., menekankan bahwa kesempatan bertemu kembali dengan bulan suci ini adalah nikmat yang tidak didapatkan semua orang, sehingga sudah sepatutnya dipersiapkan semaksimal mungkin seolah ini merupakan kesempatan terakhir.

Persiapan tersebut dikenal dengan istilah Tarhib, yang secara akar kata bahasa Arab memiliki makna menyambut dengan penuh sukacita, sebagaimana ungkapan ‘Marhaban ya Ramadan’. Ustaz As’ad menjelaskan urgensi Tarhib Ramadan digambarkan layaknya seorang pelari yang hendak mengikuti maraton, di mana persiapan fisik dan mental harus dilakukan jauh sebelum perlombaan dimulai.

“Bentuk penyambutan ini dapat dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari hal sederhana seperti membersihkan rumah hingga mendalami kembali ilmu dan tata cara berpuasa agar ibadah lebih sempurna,” katanya dalam kajian mutiara pagi, Sabtu, 14 Februari 2026.

Menurutnya, esensi dari Tarhib adalah menunjukkan rasa bahagia serta kesungguhan seorang hamba dalam menantikan datangnya bulan mulia tersebut. Secara spiritual, Ramadan dihadirkan oleh Allah SWT sebagai sarana untuk menghapus dosa-dosa manusia. Proses penyucian diri ini idealnya sudah mulai dipupuk sejak bulan Rajab dan Syaban sebagai langkah awal mematangkan diri sebelum memasuki inti ibadah di bulan Ramadan.

"Artinya persiapan Tarhib ini menjadi kata kunci apakah Ramadan kita sudah benar-benar disiapkan atau tidak," katanya.

Ustaz As’ad mengatakan Ramadan dipandang sebagai bulan kesebelas dalam penanggalan Hijriah yang berfungsi sebagai masa pelatihan komprehensif untuk membekali manusia di bulan-bulan berikutnya. Dalam satu bulan tersebut, umat Muslim menjalani empat jenis pelatihan sekaligus, yakni pelatihan fisik (tarbiyah jasadiyah), pelatihan akal atau keilmuan (tarbiyah 'akliyah), pelatihan sosial (tarbiyah ijtima'iyah), dan pelatihan jiwa atau spiritual (tarbiyah rukhiyah). Kelengkapan aspek pelatihan ini bertujuan membentuk pribadi yang lebih tangguh dan bertaqwa.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menghidupkan suasana sukacita menyambut Ramadan dengan persiapan ilmu dan mental yang matang. Dengan kesiapan yang maksimal, diharapkan setiap individu mampu meraih keberkahan dan ampunan yang dijanjikan sepanjang bulan suci. Semangat Tarhib ini diharapkan menjadi modal utama dalam menjalankan setiap rangkaian ibadah dengan penuh keikhlasan dan kekhusyukan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....