Pemanfaatan RTH BuToRanTas Bandar Kidul Ditingkatkan

  • 10 Feb 2026 11:13 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri -  Pemanfaatan kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) BuToRanTas di Kelurahan Bandar Kidul, Kota Kediri, mulai ditingkatkan melalui kolaborasi mahasiswa KKN-T Kelompok 46 Universitas Nusantara PGRI Kediri bersama masyarakat setempat. Upaya ini dilakukan untuk mengoptimalkan fungsi taman lingkungan agar tidak hanya menjadi ruang hijau, tetapi juga memberi manfaat sosial, edukatif, dan pangan bagi warga.

Kegiatan tersebut dilatarbelakangi kondisi BuToRanTas yang sebelumnya belum dikelola secara maksimal. Mahasiswa bersama warga dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Bandar Kidul kemudian melakukan pemetaan awal, diskusi, serta perencanaan penataan taman dengan pendekatan partisipatif.

Koordinator kegiatan, Alvin Syaputra, mengatakan peningkatan pemanfaatan BuToRanTas diarahkan pada penguatan peran taman sebagai ruang bersama masyarakat. “Kami mendorong BuToRanTas agar tidak sekadar menjadi taman, tetapi juga bisa dimanfaatkan sebagai media belajar lingkungan, tempat berinteraksi warga, sekaligus sarana pemberdayaan melalui penanaman tanaman pangan, obat keluarga, dan tanaman hias,” katanya, Selasa, 10 Februari 2026.

Kegiatan penataan BuToRanTas juga mendapat perhatian dari pemerintah kelurahan. Lurah Bandar Kidul, Herro Sudarmawan mengatakan, dukungan yang diberikan oleh mahasiswa KKN-T juga meliputi bantuan bibit tanaman buah, di antaranya durian Musang King, durian Bawor, dan manggis. Bantuan tersebut diserahkan bersamaan dengan kegiatan kerja bakti pembersihan area dan penanaman bersama warga.

Kolaborasi mahasiswa KKN-T Kelompok 46 Universitas Nusantara PGRI Kediri bersama warga dalam Pemanfaatan kawasan BuToRanTas di Kelurahan Bandar Kidul, Kota Kediri (Foto : RRI/Kusuma)

“Langkah ini sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ruang hijau berbasis masyarakat. Tahapan kegiatan meliputi pembersihan lahan, penataan vegetasi, penanaman berbagai jenis tanaman, serta pengaturan ruang agar lebih fungsional,” ujarnya.

Dalam proses ini, mahasiswa berperan sebagai pendamping teknis, sementara warga, khususnya ibu-ibu KWT, terlibat aktif dalam kerja bakti, penanaman, hingga perawatan tanaman. Setelah dilakukan penataan, kondisi BuToRanTas dinilai mengalami perubahan yang cukup signifikan. 

Area taman kini tampak lebih rapi dan nyaman, serta mulai dimanfaatkan warga sebagai ruang berkumpul, rekreasi ringan, dan sarana pembelajaran lingkungan, terutama bagi anak-anak. Diharapkan, peningkatan pemanfaatan BuToRanTas ini dapat terus berlanjut melalui pengelolaan mandiri oleh masyarakat dengan dukungan pemerintah kelurahan.

“Pola kerja sama ini diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan ruang hijau partisipatif di wilayah lainnya,” kata Herro, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....