Emak-emak di Kediri Keluhkan Sarpras Pendidikan
- 08 Feb 2026 14:33 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Sejumlah ibu (emak-emak) mengeluhkan kondisi sarana prasarana pendidikan di Kabupaten Kediri.
Hal ini diungkapkan Anggota DPRD Jawa Timur dari daerah pemilihan (Dapil) VIII Kabupaten/Kota Kediri, M Hadi Setiawan, saat menerima keluhan masyarakat dan menggelar reses di Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri, Minggu, 8 Februari 2026.
Menurut Hadi, beragam aspirasi tersebut banyak disampaikan oleh kalangan ibu rumah tangga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Kami sebagai Anggota DPRD Jatim berjanji akan memperjuangkan sarpras pendidikan yang dikeluhkan masyarakat," kata Hadi.
Ia mencontohkan, berbagai sarpras pendidikan yang dibutuhkan tersebut di antaranya gedung sekolah yang memadai hingga bantuan laptop. Beragam sarana itu sangat dibutuhkan pelajar, demi membantu mereka menyelesaikan pendidikan hingga menggapai cita-cita.
"Tadi juga ada peserta yang berasal dari tenaga pendidik PAUD, mereka pun perlu bantuan untuk menunjang sarpras di lembaga sekolahnya," kata Hadi.
Hadi meyakini, dengan mengupayakan bantuan untuk masyarakat pemilik Power of Emak-emak itu, maka pihaknya sekaligus membantu pemerintah menciptakan generasi muda yang cerdas.
"Insya Allah akan kami perjuangkan dengan sekuat tenaga, sebab kami harus melihat terlebih dahulu program dari pemerintah provinsi dan dikolaborasikan dengan Mas Sarmuji, sebagai anggota DPR RI," ungkapnya.
Terlebih lagi, imbuh Hadi, pihaknya telah mempunyai gambaran bahwa keberhasilan suatu negara tidak lepas dari peran serta seorang emak. Bahkan, itu dimulai dari masalah dapur.
"Maka dari itu, emak yang kuat adalah yang punya dapur enak, sehingga bisa mendorong lahirnya anak-anak yang sehat dan kuat pada masa mendatang," ujarnya.
Hadi melanjutkan, pada kesempatan itu para peserta tak hanya menyampaikan keluhan di bidang pendidikan. Akan tetapi, juga ada masyarakat yang meminta bantuan permodalan UMKM.
"Di tempat ini, kami juga melihat potensi peserta yang telah memiliki keterampilan. Ada juga ibu-ibu yang telah mengantongi sertifikat pelatihan memasak, dan yang berprofesi sebagai guru dan kerapkali mengelola kegiatan produktif," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....