Respons Tepat Hadapi Konflik Antar Saudara

  • 06 Feb 2026 18:26 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri: Perselisihan antar saudara atau sibling rivalry merupakan bagian normal dalam perkembangan anak. Alih-alih berusaha menghentikannya secara paksa, orang tua justru didorong untuk mengubah cara pandang mereka terhadap konflik tersebut.

Menanggapi situasi ini dengan ketenangan menjadi kunci utama karena reaksi orang tua akan membentuk persepsi anak mengenai hubungan persaudaraan di masa depan. Seorang Realtionship Coach, Dr. Hans Saputra, EdD., menekankan bahwa pertengkaran adalah kesempatan belajar yang berharga bagi anak.

"Pertikaian anak adalah sebuah learning opportunity. Di momen inilah mereka sebenarnya belajar tentang problem solving, keterampilan komunikasi, hingga regulasi emosi yang akan berguna hingga mereka dewasa nanti," jelas Dr. Hans di laman media sosial miliknya (@drhanssaputra).

Menurut Dr. Hans, langkah pertama yang wajib dilakukan orang tua adalah tetap tenang dan tidak memihak. Tugas utama orang tua bukanlah menjadi hakim yang mencari siapa pelaku utama atau siapa yang memulai, melainkan menjadi fasilitator bagi anak. Orang tua perlu membantu anak-anak untuk menetapkan batasan (boundaries) yang jelas antar sesama saudara agar mereka paham akan hak dan kewajiban masing-masing.

Selanjutnya, orang tua harus mengarahkan anak untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri secara mandiri. Sangat penting untuk menanamkan pengertian bahwa menyakiti saudara sama dengan menyakiti keluarga dan diri sendiri. "Kita ingin membimbing mereka agar tumbuh menjadi individu yang asertif, berprinsip, namun tetap menghargai keluarganya sebagai satu kesatuan," tambahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....